Sambut Ramadan, Dugderan Semarang Siap Tancap Gas!

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Menjelang Ramadan, Kota Semarang kembali semarak oleh euforia tradisi Dugderan. Pada Sabtu (7/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi membuka Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026, dan tahun ini vibes-nya dibuat makin rame dan berasa beda.

Festival tahunan ini mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi” dan bakal berlangsung selama 10 hari penuh, dari 7 hingga 16 Februari 2026.

Bukan cuma pesta rakyat biasa, Dugderan kini dipacu jadi event budaya yang siap naik kelas ke level nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bilang Dugderan adalah tradisi lawas yang sudah hidup sejak era kolonial Belanda. Tahun ini, konsepnya dibuat lebih total.

Baca Juga :  Debat Perdana Pilkada Jateng Digelar Hari Ini: Andika-Hendi Tanpa Persiapan Khusus Andalkan Pengalaman Kepemimpinan

“Tahun ini kami bikin lebih ramai. Dari tema, teknik, sampai busana—semuanya pakai nuansa jadul. Biar masyarakat benar-benar ngerasain atmosfer masa lalu,” ujarnya.

Suasana pembukaan makin pecah dengan panggung hiburan yang menampilkan kesenian lokal dan Dangdut Jadoel dari Orkes Melayu (OM) Lorenza. Jajaran pejabat Pemkot pun ikut all out dengan mengenakan busana tempo dulu, bikin nuansa nostalgia makin terasa.

Yang bikin senyum-senyum sendiri, deretan mainan klasik ikut meramaikan pasar rakyat. Mulai dari kapal otok-otok, celengan gerabah, hingga berbagai kerajinan tradisional yang jadi memori kolektif lintas generasi.

Dikebut Jadi Warisan Budaya Nasional

Di balik kemeriahannya, Dugderan juga punya misi serius. Pemkot Semarang tengah memperjuangkan festival ini agar diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Baca Juga :  Kota Semarang Kembali Berprestasi, Kini Raih 2 Penghargaan Bank Indonesia Award 2024

Menurut Agustina, pengakuan itu penting untuk menjaga nilai sejarah dan identitas Kota Semarang. “Doakan, ya. Kalau sudah jadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya wajib mengadakan pasar Dugderan,” katanya.

Selama festival berlangsung, kawasan Jalan Ki Narto Sabdo hingga Alun-alun Barat disulap jadi pusat ekonomi rakyat. Area ini ditata rapi dengan zonasi khusus untuk UMKM dan PKL binaan.

Ratusan pelaku usaha ikut meramaikan Dugderan dengan menjajakan kuliner khas, produk lokal, hingga mainan tradisional. Tradisi jalan, ekonomi rakyat pun ikut hidup. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB