BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan

"Koridor Jepara-Kudus-Pati masuk prioritas RPJMD 2025-2029. Namun kesiapan tiap daerah berbeda, sehingga operasional diperkirakan baru dimulai pada 2028."

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 05:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah bus Trans Jateng dengan gambar Gedung Grujug terlihat di Terminal Gemolong belum lama ini. (Istimewa/FB Info Sumberlawang)

Sebuah bus Trans Jateng dengan gambar Gedung Grujug terlihat di Terminal Gemolong belum lama ini. (Istimewa/FB Info Sumberlawang)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Rencana menghadirkan koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang menghubungkan Jepara, Kudus, dan Pati (Jekuti) terus dimatangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Meski masuk daftar prioritas pengembangan transportasi publik, realisasinya ternyata belum bisa berjalan serentak karena kesiapan masing-masing daerah masih berbeda.

Kabupaten Jepara menjadi wilayah yang paling siap. Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara bahkan telah beberapa kali mengikuti survei bersama Pemprov Jateng untuk memetakan jalur, lokasi halte, hingga potensi jumlah penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dishub Jepara, Deni Hendarko, mengatakan pihaknya kini tinggal menunggu survei tahap akhir sebelum jumlah halte dipastikan.

“Masih ada survei final. Setelah itu baru diketahui ada berapa halte yang akan disiapkan di Jepara,” ujar Deni, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan pemetaan awal, Dishub Jepara mengusulkan sekitar 50 titik halte. Namun, jalur tersebut hanya mencakup kawasan perkotaan dan belum menjangkau wilayah Tempur di bagian timur Jepara.

“Usulan sementara sekitar 50 titik. Jalurnya hanya di wilayah Kota Jepara karena nantinya akan tersambung ke Kudus dan Pati,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Makan Siang Bergizi Gratis di Semarang Diacungi Jempol Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Memang Udah Bagus?

Meski memperoleh informasi bahwa koridor Jekuti kemungkinan baru beroperasi pada 2028, Deni berharap proyek tersebut bisa direalisasikan lebih cepat.

Sementara itu, Dishub Kudus juga telah melakukan berbagai persiapan. Kepala Bidang Keselamatan dan Sarana Prasarana LLAJ, Sulistyo Satriawan, menyebut pihaknya telah menyerahkan berbagai data yang dibutuhkan Pemprov Jateng, mulai dari kondisi trayek angkutan desa (Angkudes), terminal, hingga tingkat kepadatan lalu lintas.

Awalnya koridor ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Namun berdasarkan perkembangan terbaru, jadwal tersebut bergeser menjadi 2028.

Dishub Kudus juga telah mengusulkan sejumlah lokasi halte. Namun, jumlah titik yang akan disetujui masih menunggu hasil pembahasan tim dari Pemprov Jateng.

Selain itu, angkutan desa yang masih aktif direncanakan akan menjadi feeder agar layanan transportasi baru ini tidak berbenturan dengan trayek yang sudah ada.

Berbeda dengan Jepara dan Kudus, Kabupaten Pati justru masih berada pada tahap paling awal.

Kepala Bidang Angkutan Teknik dan Sarana (ATS) Dishub Pati, Andre Indarta, mengungkapkan hingga kini wilayahnya belum menjalani survei lapangan. Pembahasan yang dilakukan bersama Pemprov Jateng pekan lalu masih sebatas penyusunan masterplan.

Baca Juga :  Disperkim Kendal Luncurkan Program Sri Krissna: Sinergi untuk Mengatasi Kemiskinan Melalui Pembangunan Rumah Layak Huni

“Kami baru membahas masterplan. Untuk persiapan di Pati sendiri belum ada,” katanya.

Menurut Andre, berdasarkan rancangan awal, pembangunan koridor kemungkinan dilakukan bertahap. Jalur Jepara-Kudus akan menjadi prioritas pertama sebelum diperpanjang hingga Pati.

“Eksekusinya kemungkinan dibagi dua tahap, Jepara-Kudus terlebih dahulu, baru kemudian Kudus-Pati,” ujarnya.

Karena belum ada kepastian, Dishub Pati belum berani mengambil langkah lanjutan, terlebih kondisi anggaran pemerintah saat ini masih dibayangi kebijakan efisiensi.

“Kami belum bisa mengambil langkah karena situasi keuangan juga masih efisiensi,” tambahnya.

Sebagai informasi, koridor Jekuti masuk dalam kajian pengembangan BRT Trans Jateng yang tercantum dalam RPJMD Jawa Tengah 2025-2029.

Pemerintah Provinsi menempatkan Jepara, Kudus, dan Pati sebagai wilayah prioritas seiring proyeksi pertumbuhan kawasan industri di Pantai Utara (Pantura) Timur.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, koridor baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menjadi solusi transportasi publik bagi masyarakat Pantura Timur Jawa Tengah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal
FKUB Kota Semarang Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama, Libatkan Pemerintah, DPRD, Akademisi, dan Tokoh Agama
Kejati Jateng Mulai ‘Resik-Resik’ SPPG, Semua Diperiksa dari Dekat!
Sulap Sampah Jadi Rupiah, Pemuda Disabilitas Sukoharjo Sukses Gelar Pameran Seni Ekologis dan Resmikan Unit Usaha
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Senin, 20 Juli 2026 - 21:14 WIB

Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah

Senin, 20 Juli 2026 - 05:40 WIB

BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:03 WIB

Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

Mengapa Profesor China Kunjungi Fakultas Teknik ITB?

Selasa, 21 Jul 2026 - 08:14 WIB