Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak

Prof. Philip K. Widjaja mengajak komunitas Buddha menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat, sementara Bambang Patijaya mendorong lahirnya pemimpin muda Buddhis yang menginspirasi, berdaya, dan berdampak bagi bangsa

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Penguatan peran komunitas Buddha dan pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda menjadi perhatian utama dalam kegiatan yang menghadirkan dua tokoh penting umat Buddha Indonesia, yakni Ketua Umum PERMABUDHI Prof. Philip K. Widjaja dan Ketua Komisi XII DPR-RI sekaligus Ketua Umum DPP GEMABUDHI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Philip K. Widjaja menyampaikan materi bertema “Membangun Narasi Konstruktif Komunitas Buddha Indonesia dalam Pembangunan Berkelanjutan.”

Sementara itu, Bambang Patijaya membawakan materi bertema “Membentuk Karakter Kepemimpinan yang Menginspirasi, Berdaya dan Berdampak.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui materi yang disampaikan, kedua tokoh tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai pentingnya penguatan komunitas, kontribusi nyata, serta pembentukan karakter generasi muda Buddhis yang mampu menjawab tantangan zaman.

Prof. Philip K. Widjaja menekankan bahwa komunitas dan organisasi Buddha harus mampu bergerak melampaui rutinitas administratif. Organisasi perlu hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam berbagai persoalan, termasuk pembangunan berkelanjutan, lingkungan, kemanusiaan, dan kehidupan sosial.

Baca Juga :  Gus Rozin Tekankan Pentingnya Sinergi Antar Lembaga di PWNU Jateng

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Buddhis tidak cukup hanya dipahami dalam ruang ritual dan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Agama Buddha bukan kita cuma ngomong, kemudian doa-doa kita sendiri selesai, “ujarnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan merupakan bentuk nyata dari upaya mengurangi penderitaan.

“Merusak lingkungan adalah merusak dirinya kita sendiri,” tegas Prof. Philip.

Di sisi lain, Dr. Bambang Patijaya menekankan pentingnya membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mampu menginspirasi, memberdayakan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai Ketua Umum DPP GEMABUDHI, Bambang mendorong generasi muda Buddhis untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, membangun jejaring, serta berani mengambil peran dalam berbagai ruang pengabdian.

Menurutnya, kepemimpinan tidak boleh berhenti pada jabatan maupun status, tetapi harus dibuktikan melalui kontribusi.

“Kita pada hari ini tidak lagi bicara kepada legacy, tetapi bicara kepada kontribusi,” ujar Bambang Patijaya.

Ia menegaskan bahwa seseorang akan dikenang bukan semata karena jabatan yang pernah dimiliki, melainkan karena kontribusi yang diberikan. “Tanpa kontribusi, tidak ada yang akan dikenang, “ungkapnya.

Baca Juga :  Yes! FKUB Kota Semarang Sukses Gelar Dialog Lintas Agama dan Rakor FKUB Wilayah Kedungsepur

Pesan tersebut menjadi penting bagi generasi muda Buddhis agar tidak hanya aktif dalam lingkungan internal, tetapi juga mampu hadir dalam isu-isu kebangsaan, kemanusiaan, lingkungan, energi, serta berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Bambang juga mengingatkan agar generasi muda Buddhis tidak minder dalam mengambil peran.

“Jangan minder walaupun minoritas,” pesannya.

Melalui dua materi tersebut, kegiatan ini menegaskan pentingnya membangun komunitas Buddha yang konstruktif sekaligus melahirkan generasi pemimpin yang memiliki karakter, kapasitas, keberanian, dan kepedulian untuk memberikan dampak nyata.

Komunitas yang kuat membutuhkan narasi yang konstruktif. Dan masa depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga berdaya dan berdampak.

Bagi GEMABUDHI, penguatan kapasitas dan karakter generasi muda merupakan bagian penting dalam mempersiapkan kader Buddhis yang mampu berkontribusi secara nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB