Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Pelatihan Kader Nasional mendorong generasi muda Buddhis memahami pentingnya ketahanan energi, hilirisasi, inovasi, dan kewirausahaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Jakarta, 25 Juli 2026 — Ketahanan energi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian bangsa. Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam salah satu sesi materi Pelatihan Kader Nasional yang diikuti oleh generasi muda Buddhis dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sesi bertema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Ketahanan Energi”, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Yuliot Tanjung, mengajak para peserta memahami keterkaitan antara energi, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, dan masa depan Indonesia.

Energi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Ketahanan energi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri, menggerakkan perekonomian, serta mendukung pertahanan dan pembangunan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembahasan turut menyoroti pentingnya peningkatan produksi energi domestik, pengembangan energi baru terbarukan, efisiensi konsumsi energi, serta penguatan industri nasional melalui hilirisasi sumber daya alam.

Baca Juga :  Membangun Generasi Emas 2045 Lewat Pendidikan Karakter Berbasis Gender dan AntiKekerasan di Tingkat Satuan SMK

Indonesia memiliki potensi energi dan sumber daya alam yang besar. Namun, kekayaan tersebut perlu diikuti dengan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya bagaimana mengelola sumber daya alam, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat memperkuat penguasaan teknologi, riset, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi salah satu strategi penting untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi negara yang mampu mengembangkan industri dan menghasilkan produk bernilai tambah.

Sesi materi juga menyoroti pentingnya entrepreneurship dalam mendorong Indonesia menuju negara maju. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga perlu didorong untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha berbasis inovasi.

Selain itu, penguatan hubungan antara dunia pendidikan, lembaga riset, dan industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional.

Baca Juga :  Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, Gara-Gara iPhone 17 yang Tak Jadi 'Pulang Kampung'

Kebutuhan industri harus diikuti dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia agar tidak terjadi kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan tenaga kerja.

Bagi para peserta Pelatihan Kader Nasional, materi tersebut menjadi bagian dari proses memperluas wawasan mengenai berbagai tantangan strategis yang dihadapi bangsa.

Kader muda diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu membaca persoalan nasional secara lebih luas serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Kemandirian bangsa, sebagaimana dibahas dalam sesi tersebut, tidak dapat dibangun hanya melalui kepemilikan sumber daya alam. Kemandirian membutuhkan penguatan teknologi, sumber daya manusia, industri, riset, entrepreneurship, serta kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.

Melalui pemahaman terhadap isu strategis seperti ketahanan energi, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Jagatara Indonesia Siap Kawal Mas Dar Pimpin BGN, Soroti Tantangan Program MBG
Sudaryono Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Langsung Ucap Sumpah di Hadapan Prabowo
Heboh! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur!
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:04 WIB

Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:13 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Berita Terbaru