Pendidikan yang Masih Tertinggal, Akankah Indonesia Emas 2045 Dapat Terwujud?

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Faiziah Khoirunnisa, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Nur Faiziah Khoirunnisa, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

SUARAMUDA, SEMARANG – Indonesia emas 2045 merupakan visi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tertera dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pada alinea keempat.

Cita cita Bangsa Indonesia sendiri yaitu “… melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”.

Salah satu upaya mewujudkan cita-cita Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan bidang pendidikan bisa menjadi salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menuju Indonesia emas 2045 adalah hal yang tidak mudah. Hal ini dikarenakan pendidikan yang merupakan salah satu faktor pendukung menuju Indonesia emas 2045 namun masih terdapat beberapa fasilitas yang kurang memadai.

Contoh fasilitas yang kurang memadai ini seperti pembelajaran dengan menggunakan meja dan kursi yang sudah rusak, perpustakaan yang kurang memadai, kurangnya media pembelajaran, bangunan sekolah yang sudah tidak layak, buku-buku yang kurang terbarui dan kurang lengkap, akses ke sekolah yang sulit dan masih banyak permasalahan lainnya.

Pemerataan fasilitas di Indonesia sendiri masih sangat kurang. Apalagi untuk daerah-daerah yang terpencil ataupun terluar—-daerah tersebut jauh dari jangkauan pemerintah. Contoh dari daerah daerah yang jauh dari jangkauan pemerintah seperti daerah di Papua, NTT dan daerah di pedalaman lainnya.

Pemerintah membutuhkan tenaga yang ekstra untuk meratakan fasilitas pendidikan yang ada terutama pada daerah yang jauh dari jangkauan pemerintah. Hal itu seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah agar daerah tersebut tidak tertinggal dari daerah yang lain.

Baca Juga :  Analisis Kebijakan Pensiun Presiden dan Wakil Presiden: Beban Ekonomi Rakyat dan Ketimpangan Sosial

Selain fasilitas pendidikan yang kurang memadai, masih ada permasalahan lain yang harus diatasi. Yaitu adanya keterbatasan ekonomi. Karena adanya keterbatasan ekonomi ini masih banyak anak anak di Indonesia yang terpaksa untuk putus sekolah bahkan tidak sekolah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret 2023, penduduk di Indonesia yang berusia di atas 15 tahun hanya sebanyak 10,15% yang menamatkan perguruan tinggi.

Data itu juga menyebut, 30,22% menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), 22,74% menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), 24,62% menamatkan Pendidikan Sekolah Dasar (SD), 9,01% tidak menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD), sedangkan untuk yang tidak atau belum pernah sekolah sendiri sebesar 3,25%.

Kemajuan suatu bangsa itu salah satunya adalah diukur dari bidang pendidikan. Bagaimana bangsa Indonesia mau mencapai Indonesia emas 2045 sedangkan salah satu faktor pendukung nya saja masih kurang?

Padahal sila ke-5 Pancasila yaitu berbunyi “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia “. Semua rakyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang sama dan tidak dibeda bedakan.

Pemerintah juga harus lebih gencar dalam memberikan atau menyediakan beasiswa pendidikan untuk anak anak yang kurang mampu.

Agar mereka dapat sekolah. Strategi beasiswa pendidikan untuk anak anak yang kurang mampu ini harus di survey betul. Karena terkadang masih ada salah sasaran atau ada orang yang kurang bertanggung jawab terhadap beasiswa yang diberikan.

Baca Juga :  Pendidikan Moral dan Problem Kesenjangan Pendidikan di Kota dan Desa

Semakin banyak rakyat Indonesia yang bersekolah maka semakin meningkat juga kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM). Langkah mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 juga semakin dekat.

Selain itu pada sila ke 4 Pancasila berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan” dalam meraih Indonesia emas 2045 ini pemerintah dan masyarakat harus saling bersinergi.

Pemerintah dan masyarakat harus selaras untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Masyarakat harus menyadari bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting bukan malah menganggap sebaliknya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik 3,25% setara dengan kurang lebih 9 juta masyarakat Indonesia tidak tau ataupun belum pernah sekolah, ini adalah keadaan yang sangat memprihatinkan.

Jadi berdasarkan uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam menuju Indonesia Emas 2045, masih banyak hal hal yang harus dibenahi. Salah satunya adalah pada bidang pendidikan.

Permasalahan pada bidang pendidikan ini seperti kurangnya pemerataan fasilitas pendidikan, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih kurang dan lain sebagainya.

Maka dari itu pemerintah harus bekerja lebih keras untuk meratakan fasilitas sekolah terutama pada daerah yang jauh dari jangkauan pemerintah dan masyarakat harus sejalan dengan pemerintah agar hasil yang diraih akan maksimal.

*) Penulis: Nur Faiziah Khoirunnisa, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
***) Isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi pandangan redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru