PWNU Jawa Tengah Perkuat Gerakan Keumatan di Harlah ke-102 NU

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, SUARAMUDA – Tugas ulama, kiai, dan santri dalam mengurus umat tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi mencakup segala aspek kehidupan, termasuk urusan dunia dan akhirat.

Hal ini ditegaskan oleh Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh, dalam tausyiahnya pada acara Doa Bersama dan Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama yang digelar di lantai 3 Kantor PWNU Jateng. Rabu, 15/1/2025.

“Awal berdirinya pemerintahan ini adalah karena tanggung jawab ulama sebagai pewaris para nabi,” ujar KH. Ubaidullah Shodaqoh, yang akrab disapa Gus Ubed.

Ia mengingatkan, ulama memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kemaslahatan umat tetap terjaga.

Menurutnya, kehadiran kiai, gus (putra kiai), dan santri di tengah masyarakat adalah pondasi kokohnya peradaban.

“Jika mereka tidak peduli terhadap madrasah diniyah, jamaah tahlil, petani, dan elemen masyarakat lainnya, maka tunggulah kehancurannya,” ujar Gus Ubed mengutip sebuah hadis.

Gus Ubed juga menyoroti peran NU dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Ia mencontohkan bagaimana pengurus NU menjadi tempat terakhir bagi petani untuk mengadukan kesulitan mendapatkan pupuk ketika solusi dari pemerintah daerah tak kunjung hadir.

“Akhirnya mereka menghubungi pengurus Nahdlatul Ulama, dan kami ikut mencari jalan keluar,” tuturnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqoon di Tlogosari Wetan, Semarang, ini juga mengingatkan para ketua lembaga NU agar menjalankan amanah sesuai hasil Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jateng.

“Lembaga adalah tangan kanan pengurus NU. Jika lembaga tidak berfungsi dengan baik, maka perjuangan kita akan terhambat,” tegasnya.

Ia juga menggambarkan perjuangan ulama dalam melayani umat sebagai bentuk jihad besar.

“Ini adalah jihad kita semua, seperti yang Nabi Muhammad SAW sampaikan, jihad kecil adalah perang Badar, sementara jihad besar adalah melawan hawa nafsu. Mengurus umat adalah jihad besar,” jelasnya.

Konsolidasi dan Penguatan Organisasi NU Jateng
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH. Abdul Ghaffar Razin (Gus Rozin), menyatakan dukungannya terhadap seruan Gus Ubed.

Ia menekankan pentingnya ulama kembali kepada tugas utama, yaitu mendampingi umat.

“Kita harus kembali kepada basis, yaitu mendampingi Nahdliyyin dan bangsa ini secara sistematis. Tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan impulsif,” kata Gus Rozin.

Sebagai langkah konkret, PWNU Jateng akan memperkuat konsolidasi antara pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU).

Selama empat bulan pasca-Muskerwil, PWNU Jateng juga telah melakukan berbagai inisiatif, termasuk peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan TOEFL bagi guru pesantren dan sekolah NU di Pare, Kediri.

“Kami juga terus menyehatkan lembaga-lembaga NU yang masih kurang optimal, agar dapat menjalankan perannya lebih maksimal,” tambahnya.

Acara tasyakuran Harlah ke-102 NU ini menjadi momentum refleksi bagi PWNU Jateng untuk memperkuat komitmen dalam mengurus umat dan menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama sebagai benteng keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

“Semangat jihad untuk umat harus terus kita gelorakan, agar NU tetap menjadi pengayom dan pemimpin bagi masyarakat,” pungkas Gus Rozin.

Baca Juga :  Oh, Jadi Begini Alasan Ade Bhakti Datang di Acara PKKMB Undaris 2024?
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB