SUARAMUDA.NET, TASIKMALAYA — Ratusan Keluarga besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan soliditas dan komitmen tinggi dalam menyukseskan Parade Festival Batik Jejak Wastra Sukapura, Jumat (24/7/2026). Keikutsertaan mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung meriah di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Keterlibatan seluruh unsur Pramuka, mulai dari pimpinan Kwarcab, Andalan Cabang, Puslitbang, Pusdatin, Pusdiklatcab, satuan kegiatan (Satgiat), Kampung Pramuka, Kwartir Ranting, hingga Dewan Kerja Cabang (DKC), bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata pengabdian organisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, H. E. Koswara, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas semangat seluruh anggota yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran kakak-kakak sekalian menjadi bagian dari sejarah perayaan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya sekaligus teladan sebagai insan Pramuka yang militan, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Koswara dengan suara penuh haru.
Menurutnya, kebersamaan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan kekompakan organisasi, tetapi juga menjadi energi positif untuk mendukung cita-cita besar menjadikan Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Pramuka.
“Semoga setiap langkah pengabdian yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan mendapat ridha Allah SWT. Jangan pernah lelah berbakti kepada masyarakat. Berbakti tanpa henti. Jazakumullahu khairan katsiran,” tutupnya.
Peringatan Hari Jadi ke-394 tahun ini terasa istimewa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan pawai jampana, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengusung konsep baru yang lebih kreatif dan membumi, yakni Festival Batik Khas Sukapura dan Festival Opak Tasikmalaya. Kedua festival ini bahkan diproyeksikan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, Jumat (24/7) hingga Minggu (26/7/2026), dipusatkan di Kompleks Perkantoran Pemkab Tasikmalaya dan Alun-Alun Manonjaya. Ribuan pelaku UMKM turut memeriahkan kegiatan dengan pameran kuliner, produk pertanian, peternakan, kerajinan khas Tasikmalaya, hingga opak yang melegenda.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyebut momen ini sebagai langkah strategis membangkitkan ekonomi daerah di tengah tantangan musim kemarau.
“Hari Jadi Tasikmalaya tahun ini berbeda. Kita jadikan momentum kebangkitan Tasikmalaya sesuai tema Nyorang Masa Tasik Raharja. UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Kami beri ruang promosi, pelatihan, hingga akses pasar agar mereka mampu naik kelas,” tegas Cecep.
Ia berharap, melalui perkenalan batik Sukapura dan opak khas Tasikmalaya, potensi ekonomi kreatif semakin dikenal luas dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jika UMKM kuat, Tasikmalaya pun akan semakin kuat,” pungkasnya.
Selain parade dan pameran, perayaan Hari Jadi ke-394 juga dimeriahkan pagelaran seni budaya, senam massal, hiburan rakyat, upacara peringatan, serta rapat paripurna DPRD. (Ade Dedi)














Komentar