SUARAMUDA.NET, TASIKMALAYA — Komitmen Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya dalam menyiapkan calon pendidik yang berkarakter kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) Gerakan Pramuka.
Sebanyak 178 mahasiswa Fakultas Tarbiyah mengikuti KMD, sementara 14 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti KML.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Bakti Kampus IAILM Suryalaya, Sabtu (25/7/2026), secara resmi dibuka Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, H. E. Koswara, S.IP., M.Si.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Bidang Pembinaan Mental Spiritual, Dr. Hj. Sri Nurhayati, M.Si., Wakil Rektor III IAILM Dr. Wawan Kusnawan, M.S.I., Ketua Gugusdepan IAILM Dr. H. Suhrowardi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah Oyib Sulaeman, M.S.I., Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pagerageung Ade Dedi, S.Ag., M.T., jajaran Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya, Pusdiklat Sukapura, para pelatih, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia, Dr. H. Suhrowardi, M.Ag., menjelaskan bahwa peserta KMD berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Menurutnya, penyelenggaraan KMD dan KML merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam melahirkan pembina Pramuka yang memiliki kompetensi sekaligus akhlak yang baik.
“Sejak tahun 1995, IAILM Suryalaya terus bersinergi dengan Kwartir Cabang dan Korps Pelatih dalam menyelenggarakan KMD dan KML. Alhamdulillah, selama lebih dari 30 tahun ribuan pembina Pramuka telah lahir dari kampus ini dan mengabdi di berbagai satuan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam tugasnya sebagai pembina sehingga mampu menjadi teladan bagi generasi muda.
Dekan Fakultas Tarbiyah, Oyib Sulaeman, M.S.I., menegaskan bahwa KMD merupakan program wajib bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam menyiapkan calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membina karakter peserta didik.
“Guru masa depan harus mampu menjadi teladan. Karena itu, mahasiswa kami dibekali kompetensi kepramukaan agar kelak mampu membentuk generasi yang cageur, bageur, pinter, dan singer,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, H. E. Koswara, S.IP., M.Si., mengapresiasi konsistensi IAILM Suryalaya yang menjadikan KMD sebagai bagian dari proses pendidikan calon guru.
Ia menyebut, IAILM Suryalaya merupakan salah satu perguruan tinggi yang secara konsisten mewajibkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah mengikuti KMD sebagai bekal menjadi pembina Pramuka di sekolah maupun madrasah.
“Sudah hampir tiga dekade IAILM Suryalaya istiqamah menyelenggarakan KMD. Ribuan alumninya telah mengabdikan diri sebagai pembina Pramuka di berbagai daerah. Ini merupakan investasi besar dalam pembangunan karakter generasi bangsa,” ujarnya.
Menurut Koswara, KMD dan KML bukan sekadar memenuhi syarat administratif menjadi pembina Pramuka, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlakul karimah.
Ia mengingatkan peserta agar menjadikan setiap materi dan pengalaman selama pelatihan sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
“Jadilah pembina yang mampu memberi keteladanan. Pegang teguh Tri Satya dan Dasa Darma dalam setiap langkah pengabdian. Tidak ada kata lelah dalam beribadah dan mengabdi. Berbakti Tanpa Henti,” pesannya.
Ketua Pusdiklatcab Sukapura Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya Kak H. Roni Noeroni, S.Pd., menyampaikan bahwa KMD dan KML di IAILM Suryalaya akan berlangsung selama enam hari, mulai 26 hingga 31 Juli 2026.
Peserta KMD mengikuti kombinasi pembelajaran di dalam kampus dan kegiatan lapangan, sedangkan peserta KML menjalani pelatihan lapangan secara penuh.
Seluruh proses pendidikan dan pelatihan dipandu oleh Korps Pelatih Pusdiklat Sukapura Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya.
Melalui kegiatan tersebut, IAILM Suryalaya meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak sarjana pendidikan, tetapi juga membentuk calon pendidik yang berjiwa kepemimpinan, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat melalui Gerakan Pramuka. (Ade Dedi).














Komentar