Sosok Asy Syifa Nabila, Santri Berprestasi yang Wakili Jawa Tengah di Ajang Beauty Muslimah Indonesia 2025

- Penulis

Senin, 30 Desember 2024 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Asy Syifa Nabila di ajang Beauty Muslimah Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Asy Syifa Nabila di ajang Beauty Muslimah Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah

SUARAMUDA, SEMARANG — Asy Syifa Nabila, Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, berhasil meraih prestasi membanggakan.

Syifa, panggilan akrabnya, bahkan meraih golden ticket di ajang Beauty Muslimah Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dengan pencapaian ini, ia akan mewakili Jawa Tengah dalam Grand Final Beauty Muslimah Indonesia 2025 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 30 Januari hingga 1 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, siapa sebenarnya sosok Asy Syifa Nabila?

Gadis kelahiran Lhokseumawe, 15 Desember 2004 ini dikenal sebagai pribadi penuh semangat. Meski berasal dari keluarga berdarah Aceh dan Jawa Tengah, ia tumbuh besar di lingkungan pesantren.

Selama di Pondok Ar-Raudlatul Hasanah, Syifa aktif mengikuti berbagai kegiatan yang mengasah keterampilannya, seperti menulis, olah raga, dan juga kepemimpinan.

Prestasinya pun tidak kalah keren, mulai dari menulis novel berjudul ‘Dear Helen’, hingga meraih penghargaan di bidang karate, seperti juara 1 kata karate tingkat pondok, juara 3 komite karate tingkat Kota Binjai, dan juara 3 podcast dalam Comfest UIN Walisongo Semarang.

Baca Juga :  Kisah Alwijo: Pemuda Temanggung yang Menyulut Gerakan Literasi hingga Alor, Nusa Tenggara Timur

Meski disibukkan dengan kuliah, ia tetap aktif mengikuti kegiatan dan organisasi kampus. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) merupakan organisasi yang sedang ia ikuti.

Di PMII dan HMJ KPI sendiripun ia juga berkecimpung di dunia jurnalistik dan mengasah bidangnya di kepenulisan.

Kepada suaramuda.net, Senin (30/12/2024), ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mewakili Jawa Tengah di ajang nasional.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur mendapat kesempatan luar biasa ini sebagai perwakilan Jawa Tengah di ajang nasional. Saya yakin tidak bisa berada di posisi ini tanpa adanya doa dan dukungan dari keluarga, guru-guru, saudara, dan teman,” ujarnya.

Baca Juga :  Beginilah Kisah Tanwir, Mahasiswa UMS yang Raih 2 Penghargaan Internasional di Malaysia

Bangga berada di Jawa Tengah

Ia juga mengaku bangga bisa merantau dan mengeksplorasi potensi diri di Jawa Tengah.

“Meskipun saya bukan asli Jawa, saya merasa bangga bisa merantau ke Jawa Tengah dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa, saya merasa mendapatkan wadah dan banyak peluang untuk mempelajari banyak hal baru,” tambahnya.

Menurutnya, ajang Beauty Muslimah Indonesia menjadi wadah tepat bagi muslimah yang ingin mengembangkan diri.

“Beauty Muslimah merupakan tempat yang sangat cocok untuk muslimah mencoba mengeksplorasi dunia fasion sekaligus meningkatkan kepercayaan diri, public speaking, dan bakat,” tuturnya.

Grand Final yang akan digelar di Yogyakarta pada awal 2025 menjadi tantangan baru bagi pemilik akun Instagram: @nbllasyiffa.

Ia berharap doa dan dukungan dari masyarakat dapat memotivasinya untuk memberikan yang terbaik. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 94 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB