Apa kata Putin Soal Dewan Perdamaian Trump?

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku mendapat undangan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang fokus pada konflik Gaza.

Namun, Putin menegaskan bahwa Rusia belum mengambil keputusan dan masih mempelajari dokumen melalui Kementerian Luar Negeri.

Pernyataan ini disampaikan Putin dalam rapat operasional bersama anggota Dewan Keamanan Rusia, seperti dilaporkan oleh media Rusia Snob.ru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya lagi, Putin mengaitkan partisipasi Rusia dengan aset negaranya yang dibekukan di Barat.

Ia menyatakan bahwa Rusia bersedia menyumbang hingga 1 miliar dolar AS untuk “Dewan Perdamaian”, namun dana itu diusulkan berasal dari aset Rusia yang saat ini dibekukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Baca Juga :  Kejam! RS Indonesia di Gaza Tutup, Gegara Jadi Target Serangan Israel

Berdasarkan data Bloomberg per Maret 2024, aset Rusia yang dibekukan di negara-negara G7 dan Uni Eropa diperkirakan mencapai sekitar 280 miliar dolar AS, termasuk cadangan devisa dan aset milik pengusaha.

Usulan Putin ini merupakan bagian dari diplomasi tawar-menawar yang kompleks. Dengan mengaitkan kontribusi pada Dewan Perdamaian dengan pencairan aset beku, Rusia secara tidak langsung menekan AS dan Eropa untuk melonggarkan sanksi keuangannya.

Hal ini juga menjadi upaya untuk mengembalikan dana yang terhambat akibat konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga :  Diterima PM Pakistan, Menteri Rosan Promosikan Danantara dan Kerja Sama Investasi

Selain itu, Putin menyebut dana serupa juga dapat dialokasikan untuk rekonstruksi wilayah Ukraina yang rusak, tetapi hanya setelah tercapainya perjanjian damai.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kepentingan strategis Rusia tetap terkait dengan penyelesaian konflik di Ukraina, yang menjadi prioritas utama Moskow.

Inisiatif pembentukan “Dewan Perdamaian” diumumkan oleh Presiden Trump pada 16 Januari 2026 sebagai bagian dari rencana perdamaiannya untuk Jalur Gaza, dengan tujuan meningkatkan stabilitas dan memulihkan pemerintahan yang sah di wilayah tersebut. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB