Kejam! RS Indonesia di Gaza Tutup, Gegara Jadi Target Serangan Israel

- Penulis

Senin, 19 Mei 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RS Indonesia di Gaza tutup usai jadi target serangan intensif militer Israel. (Foto: AFP/ Mohammad Ahmad)

RS Indonesia di Gaza tutup usai jadi target serangan intensif militer Israel. (Foto: AFP/ Mohammad Ahmad)

SUARAMUDA, SEMARANG – Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza ditutup usai menjadi sasaran serangan intensif pasukan Israel sejak Minggu (18/5) waktu setempat.

Serangan brutal ini menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka dalam 24 jam.

Dilansir Al Jazeera, Israel melancarkan serangan ke RS Indonesia menggunakan pesawat nirawak atau drone, sementara pasukannya juga melancarkan serangan darat di wilayah utara dan selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat kesehatan setempat mengatakan pertempuran di sekitar RS Indonesia di Gaza dan pengepungan militer Israel memaksa fasilitas kesehatan utama di utara Gaza itu harus ditutup.

Baca Juga :  Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Desak Kemerdekaan Bagi Palestina

“Ada serangan langsung ke rumah sakit, termasuk ke unit perawatan intensif,” kata Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultanal-Sultan, seperti dilansir CNN.

Dia mengatakan serangan intensif itu menyebabkan tidak ada seorang pun warga sipil yang bisa datang ke rumah sakit, yang kini diisi sekitar 30 pasien dan 15 staf medis tersebut.

Kementerian Kesehatan di Gaza juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel mengepung fasilitas medis di Beit Lahiya.

Pengepungan ini menyebabkan kondisi panik bagi pasien dan staf medis.

Kemenkes Gaza juga menyebut dengan penutupan Rumah Sakit Indonesia, maka semua rumah sakit umum di Provinsi Gaza Utara saat ini tidak beroperasi.

Baca Juga :  Israel Serang Iran! Indonesia Pastikan 392 WNI di Iran Aman dan Selamat, Alhamdulillah!

Fasilitas lain di wilayah utara telah dibom, dibakar, dan dikepung oleh militer Israel sejak agresi termasuk RS Kamal Adwan, RS al-Shifa, RS al-Ahli, dan RS al-Awda. Puluhan klinik medis, stasiun, dan kendaraan lain juga diserang.

Israel juga telah menggempur beberapa rumah sakit di wilayah tengah dan selatan Gaza, termasuk RS Al-Aqsa di Deir al-Balah dan Kompleks Medis Nasser di Khan Younis. (Red)

Sumber berita: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB