Rahasia Energi Masa Depan: PLTN Kalinin Rusia Bikin Jurnalis Indonesia Terpana

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TVER, RUSIA — Fransiska Ninik Romana, seorang jurnalis Indonesia, menjadi salah satu peserta tour pers internasional ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kalinin di wilayah Tver, Rusia, pada 23 September lalu.

Tour yang diadakan dalam rangka Pekan Atom Dunia ini dihadiri oleh perwakilan media dari berbagai negara, termasuk Uzbekistan, Brasil, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Myanmar.

Fransiska, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Berita Internasional di “Kompas Daily”, mengungkapkan kekagumannya terhadap teknologi dan sistem keamanan PLTN Kalinin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti menara pendingin canggih yang menjadi salah satu faktor kunci keamanan fasilitas nuklir tersebut.

“Sangat menarik bagi saya. Setelah menyaksikan secara langsung, saya percaya bahwa teknologi nuklir terbukti bersih dan aman,” ujar Fransiska dengan antusias.

Mengutip dari media lokal Rusia, ia mengakui bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki persepsi negatif terhadap energi nuklir, seringkali dikaitkan dengan tragedi Hiroshima dan Nagasaki.

Namun, kunjungannya ke PLTN Kalinin meyakinkannya bahwa teknologi nuklir modern telah sangat maju dan aman.

“Saya berharap pemerintah Indonesia dapat juga mengembangkan teknologi nuklir, karena sangat dibutuhkan untuk masa depan. Kita bisa belajar dari Rusia, dari PLTN Kalinin ini, bagaimana mengembangkan dengan cara yang aman,” tambahnya.

Baca Juga :  Perang Dagang? Eh, Ternyata China Berani Balas Tarif 34% Amerika Serikat Lho!

Fransiska menekankan peran strategis media massa dalam mengedukasi publik dan para pemangku kepentingan (stakeholder) di Indonesia.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang benar bahwa teknologi nuklir tidak semenakutkan yang selama ini dibayangkan, serta menyampaikan bahwa energi nuklir dibutuhkan sebagai bagian dari solusi energi masa depan.

PLTN Kalinin: Raksasa Penyuplai Listrik Rusia

PLTN Kalinin, yang tercatat sebagai fasilitas terbesar dalam sistem energi terpadu Rusia, menjadi bukti nyata dari pernyataan Fransiska.

Pembangkit ini memiliki empat unit pembangkit listrik dengan total kapasitas mencapai 4000 megawatt, yang menyuplai listrik tidak hanya untuk wilayah Tver, tetapi juga untuk wilayah-wilayah besar seperti Moskow dan Leningrad.

Terletak di pesisir selatan Danau Udomlya dengan area seluas lebih dari 287 hektar, PLTN ini menjadi tulang punggung energi bagi wilayah Tver, menyediakan 80% dari kebutuhan energinya.

Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Alexander Shenberger, seorang ahli di stasiun nuklir tersebut, menjelaskan bahwa PLTN Kalinin menggunakan unit reaktor tipe “VVER-1000” yang terkenal sangat efisien dan aman.

Sementara itu, Yevgeny Golubev, Wakil Kepala Insinyur untuk Operasional PLTN Kalinin, memberikan penjelasan detail mengenai menara pendingin setinggi 150 meter yang dikagumi Fransiska. Setiap menara memiliki area penyiraman seluas 10.000 meter persegi.

Baca Juga :  Beginilah Jika Rakyat Tak Lagi Percaya, Perdana Menteri Prancis Michel Barnier Akhirnya Mundur!

“Ada empat menara pendingin seperti itu di pembangkit kami. Fungsinya adalah untuk mencegah beban panas dari operasi pembangkit masuk ke danau,” jelas Golubev.

Rata-rata, menara-menara ini berhasil menurunkan suhu air hingga 10 derajat Celsius. Sebagai contoh, jika air masuk dengan suhu 30 derajat, air yang dikembalikan ke danau bersuhu 20 derajat.

“Udomlya adalah danau alami, dan ada budidaya ikan di dalamnya, sehingga ada persyaratan suhu: air tidak boleh terlalu panas agar ikan tidak mati. Itulah alasannya mengapa menara-menara ini dipasang,” tambahnya, menekankan komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Selain melihat langsung fasilitas pembangkit, para jurnalis juga berkesempatan mengikuti pertemuan dengan para ahli, serta mengunjungi pusat informasi dan pusat pengolahan data PLTN untuk mempelajari lebih dalam berbagai proses yang berjalan di dalamnya.

Kunjungan ini tidak hanya membuka wawasan tentang energi nuklir, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi dan pertukaran pengetahuan, di mana Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman Rusia dalam mengoperasikan pembangkit nuklir yang andal dan ramah lingkungan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB