Konferensi Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Rusia-Indonesia Digelar Kazan Federal University

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KAZAN, RUSIA — Sebuah meja bundar bertajuk “Rusia-Indonesia: Cakrawala Baru” diselenggarakan di Institut Hubungan Internasional, Sejarah, dan Studi Oriental Universitas Federal Kazan (KFU), Selasa (18/3/2025) waktu setempat.

Momen spesial itu digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Kegiatan itu juga bertujuan untuk melihat perspektif dan peluang Indonesia setelah menjadi anggota penuh BRICS plus.

Dalam acara yang juga dihadiri Dekan Sekolah Tinggi Studi Oriental, Elmira Khabibullina, Wakil Rektor Bidang Hubungan Eksternal Timirkhan Alishev menekankan pentingnya memperkuat kemitraan antara Rusia dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hubungan kita dengan Indonesia saat ini sangat bersahabat. Kami menjalankan banyak inisiatif bersama. Pelajar Indonesia sangat aktif, mereka datang ke Rusia untuk mempelajari bahasa, hubungan internasional, dan ilmu politik. Di KFU, ada sekitar 50 mahasiswa asal Indonesia, menjadikan kami universitas dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbanyak kedua di Rusia,” ujarnya.

Baca Juga :  Hot News! Uni Eropa Dukung Solusi 2 Negara: Ada Israel, Ada pula Palestina

Sementara itu, Dekan Sekolah Tinggi Studi Oriental Elmira Khabibullina, menambahkan bahwa hubungan diplomatik ini membuka peluang baru bagi kerja sama kedua negara.

“Studi tentang Indonesia di universitas ini telah berkembang selama sepuluh tahun. Kami bekerja sama erat dengan organisasi dan klub mahasiswa, mengadakan kontes, meja bundar, dan pertemuan tematik,” kata Dekan tersebut.

Dalam konferensi tersebut, beberapa pembicara menyampaikan hasil penelitian mereka. Salah satunya adalah Ramil Yuzmukhametov, Dosen Departemen Bahasa Arab, Studi Islam, dan Studi Afro-Asia.

Dalam presentasi bertema “Paralel Sejarah dan Budaya antara Indonesia dan Tatarstan”, ia menyampaiakan bahwa bahasa Indonesia sudah diajarkan di Universitas Negeri Kazan (KFU) sejak 2017.

Baca Juga :  Cowok Ganteng ini Adalah Pangeran Hisahito dari Kekaisaran Jepang! Hayo, Siapa Mau PDKT?

“Kami melakukan penelitian dan acara ilmiah bersama. Banyak mahasiswa Indonesia belajar di Kazan, memungkinkan kami berlatih bahasa dengan penutur asli,” jelasnya.

Menurut Rifki Kusuma Wardana selaku Ketua dari Klub Persahabatan Rusia-Indonesia bersama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Kazan (PERMIKAZ) mempersiapkana acara dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak Universitas Negeri Kazan (KFU).

Menutut mahasiswa yang saat ini sudah tahun ketiga berkuliah di Kazan menyampaikan bahwa dengan acara ini diharapkan mahasiwa Indonesia dapat berperan aktif sebagai aktor dalam diplomasi Indonesia-Rusia.

“Belajar di Rusia adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Saya berharap dapat berkontribusi pada pengembangan hubungan kedua negara, “tambahnya.

Acara ditutup dengan diskusi dan berbagi cerita tentang budaya, pendidikan, serta prospek kerja sama masa depan Indonesia dan Rusia. (Amy)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB