Israel Memang Kebangetan! Kini Kembali Bombardir Gaza, Ratusan Orang Tewas

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Asap mengepul di dalam Jalur Gaza, sebelum kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku, seperti yang terlihat dari Israel selatan, 18 Januari 2025. (REUTERS/Amir Cohen)

Foto: Asap mengepul di dalam Jalur Gaza, sebelum kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku, seperti yang terlihat dari Israel selatan, 18 Januari 2025. (REUTERS/Amir Cohen)

SUARAMUDA, SEMARANG — Belum puas tidur nyenyak, kini warga Gaza harus kembali merasakan hidup dalam situasi perang yang mencekam.

Pasalnya, serangan udara besar-besaran oleh militer Israel kembali digencarkan di Gaza pada Selasa (18/3/2025) pagi.

Mengutip CNBC, serangan itu disebut mengakhiri kebuntuan beberapa minggu terkait perpanjangan gencatan senjata yang sebelumnya telah menghentikan pertempuran sejak Januari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan Anak-anak Tewas

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa setidaknya 100 orang tewas dalam serangan ini, termasuk banyak anak-anak, sementara tim penyelamat menyatakan korban jiwa telah mencapai 121 orang.

Baca Juga :  Netanyahu Siapkan Langkah Mengejutkan: IDF Akan Ambil Alih Kota Gaza, Warga & Sandera Terancam

Serangan udara dilaporkan terjadi di berbagai lokasi, termasuk Gaza bagian utara, Kota Gaza, Deir al-Balah, Khan Younis, dan Rafah yang terletak di bagian tengah dan selatan Jalur Gaza.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah menyerang puluhan sasaran dan akan terus melakukan operasi militer selama dianggap perlu.

Serangan itu, tentunya dengan skala yang lebih luas dibandingkan dengan serangan drone.

Sementara itu, kelompok Hamas menuduh Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan membuat nasib 59 sandera yang masih ditahan di Gaza menjadi tidak pasti.

Baca Juga :  Junta Myanmar nge-Prank, Bilang Gencatan Senjata Tapi Malah Nyerang Terus

Namun kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Hamas berulang kali menolak membebaskan para sandera.

Israel juga beralasan, Hamas dianggap telah menolak berbagai proposal yang diajukan oleh utusan Timur Tengah dari Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff.

Atas dasar itu, Israel yang sebelumnya berkonsultasi dengan pemerintahan AS akhirnya melakukan serangan brutal.

Sasaran utama serangan militer Israel adalah para komandan menengah dan pejabat senior Hamas serta infrastruktur yang dikendalikan oleh kelompok tersebut. (Red/ sumber: CNBC)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB