Raja Salman Turun Tangan! Arab Saudi Akan Temui Aliansi Bahas Nasib Palestina

- Penulis

Sabtu, 2 November 2024 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Di akhir pekan ini, ada kabar baru yang bisa diakses Kawan Muda. Adalah, Arab Saudi yang belakangan ini disebut akan membuka pertemuan perdana sebuah aliansi khusus untuk mendesak pembentukan negara Palestina, Rabu (30/10/2024).

Ini merupakan kelanjutan dari Aliansi Internasional untuk Solusi Dua Negara yang diresmikan bulan lalu di sela-sela Majelis Umum PBB, yang mempertemukan negara-negara Arab dan Islam serta negara-negara Eropa.

Mengutip CNBC, pertemuan tersebut akan berlangsung dua hari. Khusus Uni Eropa (UE), benua itu akan diwakili oleh perwakilan khusus untuk proses perdamaian Timur Tengah, Sven Koopmans.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perang Gaza telah menghidupkan kembali perbincangan mengenai solusi dua negara di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai,” tulis laman itu.

Baca Juga :  PBNU Keluarkan Surat Penonaktifan Pengurus NU yang Terlibat dalam Pilkada

“Meskipun para analis mengatakan bahwa tujuan tersebut tampaknya semakin tidak mungkin tercapai dibandingkan sebelumnya,” tambahnya menyinggung pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang beraliran sayap kanan, yang menentang pendirian negara Palestina.

Sebelumnya Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia dan penjaga dua situs paling suci umat Islam, menghentikan pembicaraan yang ditengahi AS mengenai pengakuan Israel sebagai negara setelah perang Gaza pecah antara militan Palestina Hamas dan Israel.

Pada bulan September, penguasa de facto kerajaan tersebut, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan “negara Palestina merdeka” adalah syarat untuk normalisasi.

Di Eropa, Irlandia, Norwegia dan Spanyol mengumumkan pengakuan mereka atas negara Palestina pada bulan Mei, yang memicu kemarahan Israel. Negara Eropa lain, Slovenia juga bergabung setelahnya, sehingga jumlah negara yang mengakui negara Palestina menjadi 146 dari 193 negara anggota PBB.

Baca Juga :  Nasib Kementerian BUMN: Bakal Dilebur ke Danantara, Gimana dengan ASN?

Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan pada 7 Oktober tahun lalu yang mengakibatkan kematian 1.206 orang.

Hamas menegaskan alasan serangan sebagai bentuk perlawanan pada pendudukan Israel di Palestina dan serbuan ke Masjid Al-Aqsa awal 2023.

Perang Israel di Gaza sendiri telah menewaskan sedikitnya 43.061 warga Palestina di wilayah kantong itu. Meski ada seruan menghentikan serangan Israel terus menyerang dan melebarkan perang ke sekutu Hamas lain, seperti Hizbullah di Lebanon. (Red)

Sumber: CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB