Ketika Indonesia Diuji, Pendidikan Pancasila Jadi Solusi

- Penulis

Minggu, 9 Maret 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa Sekolah Dasar, sumber; litbang.kemendagri.go.id

Siswa Sekolah Dasar, sumber; litbang.kemendagri.go.id

Oleh: Shofiyah Rahmatiya Hamidah *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Di era modern saat ini, Indonesia mengalami banyak sekali permasalahan tidak hanya dalam bidang ekonomi maupun politik tetapi juga dalam hal moral.

Nilai-nilai moral pada masyarakat salah satunya pada anak bangsa mulai mengalami kemunduran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dapat di lihat dari maraknya perilaku-perilaku kurang baik yang dilakukan oleh anak bangsa seperti bullying, ujaran kebencian terhadap guru, kekerasan, tawuran, perilaku tidak senonoh bahkan pembunuhan dan lain sebagainya.

Dalam situasi yang mengkhawatirkan ini, Pendidikan Pancasila hadir sebagai solusi dalam membentuk, memperbaiki, dan mengembalikan nilai-nilai karakter pada diri anak bangsa di era modern.

Pancasila sebagai pedoman hidup memiliki sila sila yang didalamnya terkandung nilai moral yang relevan untuk ditanamkan sebagai karakter anak bangsa sejak dini.

Pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengajarkan pentingnya keimanan dan toleransi beragama. Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” menamkan perilaku empati serta kasih sayang terhadap sesama.

Baca Juga :  Pendidikan Pancasila Sebagai Pencegahan Korupsi di Indonesia

Sila ketiga “persatuan Indonesia” menanamkan perilaku semangat kebersamaan dalam menjalani kehidupan.

Sila keempat “ kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” menanamkan sikap demokratis dalam diri sebagai warga negara.

Serta sila kelima “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” memberikan dorongan untuk berperilaku adil dan juga bertanggung jawab.

Sebagai Solusi

Dengan nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila inilah yang menjadikan sebagai langkah strategis di saat moral anak bangsa mengalami kemunduran yang dampaknya tak hanya dirasakan oleh individu tetapi secara bersama dalam menghadapi masa depan negara.

Pendidikan Pancasila dapat menjadi Langkah pasti untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter kuat dan bermoral tinggi. Seperti visi di sekolah tempat saya pernah belajar dahulu “unggul dalam prestasi mulia dalam akhlak”.

Pendidikan Pancasila yang efektif harus melibatkan pendekatan kontekstual serta pengaplikasian secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini agar anak memiliki pemahaman yang mendalam dan menghayati setiap nilai yang terkandung pada kelima sila Pancasila tersebut.

Baca Juga :  IKN = Hambalang Part 2?

Peran Bersama

Peran keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat menjadi sangat penting dalam pembentukan moral anak bangsa. Dengan teladan utamanya ialah orang tua dalam ligkungan keluarga, sehingga orang tua perlu memberikan contoh dengan menunjukkan moral yang baik.

Dalam menghadapi segala tantangan saat ini sudah semestinya Pancasila mendapat perhatian lebih dari semua kalangan.

Serta, mmenjadikan pendidikan Pancasila bukan sebagai pilihan yang suatu saat dapat dilupakan, tetapi menjadi keharusan demi terwujudnya Indonesia dengan anak bangsa yang berkepribadian luhur.

Dengan Pancasila sebagai pedoman hidup akan menjadikan anak bangsa yang tumbuh menjadi generasi penerus yang unggul dan mampu menghadapi permasalahan di masa depan; tanpa kehilangan jati diri bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam kelima sila Pancasila. (Red)

*) Shofiyah Rahmatiya Hamidah, mahasiswa S1 Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Besarkan Program dengan Mengecilkan Rakyat Desa
Negara Hukum Tidak Boleh Dikalahkan oleh Hasrat Menegakkan Hukum
Pengaruh Afirmasi Positif Orang Tua Terhadap Motivasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Studi
Warisan Krisis Kepercayaan: Ketika Pemerintahan Baru Masih Dibayangi Legacy Lama
Untuk Apa Calon Pegawai Koperasi Desa Dimiliterisasi?
Ketika Makan Bergizi Gratis Kehilangan Kepercayaan Siswa
Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?
Kemanusiaan di Titik Nadir: Ketika Rumah Sakit Menjadi Jarahan Perang
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:25 WIB

Jangan Besarkan Program dengan Mengecilkan Rakyat Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:19 WIB

Negara Hukum Tidak Boleh Dikalahkan oleh Hasrat Menegakkan Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:50 WIB

Pengaruh Afirmasi Positif Orang Tua Terhadap Motivasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Studi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34 WIB

Warisan Krisis Kepercayaan: Ketika Pemerintahan Baru Masih Dibayangi Legacy Lama

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:01 WIB

Untuk Apa Calon Pegawai Koperasi Desa Dimiliterisasi?

Berita Terbaru