KKN-Tematik UAA Padukuhan Panggang: Cegah Demam Berdarah Melalui Kegiatan Pemantauan Jentik Nyamuk

- Penulis

Rabu, 5 Februari 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, YOGYAKARTA — Kegiatan rutin pemantauan jentik nyamuk yang dilakukan oleh para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Pedukuhan Panggang, Kelurahan Argomulyo, kembali dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, namun kali ini, sedikit berbeda karena turut melibatkan mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata (UAA) yang bekerja sama dengan kader Jumantik dan pemuda Karang Taruna”, tulis rilis yang diterima suaramuda.net, Selasa (5/1/2025).

Kelompok 07 KKN-Tematik UAA, yang dibimbing oleh Yanuar Wicaksono, M.Kom, terdiri dari 10 mahasiswa, yaitu Ahmad Muchorobin, Nia Uswatun Khasanah, Siti Nurulbadriyah, Tofik Dagang, Mukhamad Khoirul Fikri, Valdi Firmansyah, Itsnaini Ummi Khasanah, Yuliani Setyaningrum, Susanti, dan Mimi Irma Chairun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka bersama kader Jumantik dan pemuda Karang Taruna turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan DBD.

Kegiatan ini mencakup inspeksi rutin ke 106 rumah yang tersebar di 9 RT Pedukuhan Panggang, yang bertujuan untuk memeriksa adanya jentik-jentik nyamuk di berbagai tempat seperti bak mandi, penampungan air, dan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Baca Juga :  Ribut Soal Gas Elpiji , Mahasiswa KKN Unpad Gelar Sosialisasi Penggunaan Mesin Biodigester Jadi Gas Alternatif di Desa Ciptasari

Kegiatan pemantauan saat ini melibatkan kerjasama antara kader Jumantik, warga, pemuda Karang Taruna, serta mahasiswa KKN-Tematik UAA.

Sebelum turun ke lapangan, kegiatan diawali dengan apel bersama yang dihadiri oleh kader Jumantik, warga, pemuda Karang Taruna, serta mahasiswa KKN-Tematik UAA.

Dalam apel tersebut, Harjanto, selaku petugas Puskesmas Sedayu dan Ketua RT03, memberikan sambutannya.

“Keterlibatan mahasiswa KKN-Tematik UAA sangat membantu dalam kegiatan rutin Jumantik kali ini. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan dengan ikhlas, dan menjadi amal jariyah bagi teman-teman semua,” ungkap Harjanto.

Sebagai bagian dari kolaborasi yang dilakukan, mahasiswa KKN-Tematik UAA berperan aktif dalam edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan cara-cara efektif untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk.

Selain itu, mereka juga turut membantu dalam bentuk diskusi kelompok yang melibatkan warga untuk saling bertukar informasi.

Tak hanya itu, mahasiswa KKN-Tematik UAA juga menambahkan inisiatif baru berupa pembentukan kelompok pemantauan berkelanjutan yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda Karang Taruna.

Tujuannya adalah agar program ini tetap berjalan setelah masa KKN berakhir, menjaga agar lingkungan Pedukuhan Panggang tetap terpantau dari potensi berkembangnya jentik nyamuk.

Baca Juga :  Oh, Ternyata ini to Alasan Wisata Sekolah Dilarang di Kabupaten Pati, Simak Selengkapnya!

“Hasil pemantauan dari kegiatan ini nantinya akan dilaporkan kepada pihak berwenang, seperti puskesmas atau dinas kesehatan setempat, agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut jika ditemukan adanya peningkatan populasi jentik nyamuk di wilayah ini,” ujar Nia mahasiswa KKN-Tematik UAA yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Warga Pedukuhan Panggang juga memberikan komentar positif terkait kegiatan ini. Salah satu warga, mengungkapkan rasa senangnya akan adanya kegiatan ini.

‘Pemantauan jentik nyamuk sangat penting untuk menjaga kesehatan kita semua. Terlebih lagi, dengan adanya mahasiswa KKN yang membantu, jadi lebih semangat untuk menjaga kebersihan lingkungan, “ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Karang Taruna, Indra menilai bahwa kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan kader Jumantik sangat baik.

“Selain membantu memantau lingkungan, mahasiswa juga memberikan edukasi yang sangat berguna, terutama kepada kami pemuda yang nantinya akan melanjutkan kegiatan ini agar tetap berkelanjutan, “ujar Indra.

Dengan adanya kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemuda Karang Taruna, dan mahasiswa KKN-Tematik UAA, diharapkan program pencegahan Demam Berdarah di Pedukuhan Panggang dapat berjalan dengan baik dan terus berkelanjutan demi kesehatan bersama. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB