SUARAMUDA.NET, TANGERANG SELATAN — “Cerdas, Kreatif, Bahagia Bersama Qur’an” bukan sekadar motto bagi SDIT Mumtaz Rabbani. Semangat itu benar-benar diwujudkan melalui berbagai program unggulan, salah satunya Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani, sebuah kegiatan tahunan yang menjadi momen spesial bagi para siswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter positif sejak dini.
Di tengah era digital yang membuat anak-anak begitu akrab dengan gawai dan hiburan instan, Camp Qur’an hadir sebagai ruang belajar yang berbeda.
Selama beberapa hari, para peserta menjalani suasana semi-pesantren yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui hafalan, tadabbur, pembiasaan ibadah, serta penguatan akhlak mulia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menghafal Al-Qur’an dengan Cara yang Menyenangkan
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani tidak hanya berfokus pada pencapaian target hafalan. Program ini dirancang agar anak-anak menikmati proses belajar Al-Qur’an tanpa tekanan yang berlebihan.
Para ustadz dan ustadzah menerapkan metode tahfidz yang adaptif melalui pembelajaran klasikal maupun privat. Sebelum memasuki tahap hafalan, siswa terlebih dahulu dibimbing untuk memperbaiki bacaan, tajwid, dan makhraj huruf agar hafalan yang dibangun memiliki kualitas yang baik.
“Sekolah sangat mengutamakan makhraj dalam pengajarannya. Anak-anak memang bisa menghafal dengan cepat, tetapi kemampuan membaca yang benar harus dibiasakan sejak usia dini,” ujar pihak sekolah.
Agar suasana belajar tetap menyenangkan, setiap sesi hafalan diselingi dengan kuis interaktif, motivasi harian, dan berbagai aktivitas yang membuat peserta tetap bersemangat. Tak heran jika Camp Qur’an menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti siswa setiap semester.
Belajar Mandiri dan Disiplin ala Pesantren
Salah satu nilai lebih dari Camp Qur’an adalah pengalaman hidup mandiri yang dirasakan langsung oleh para peserta.
Anak-anak belajar mengatur waktu, menjaga kebersihan, disiplin beribadah, serta bertanggung jawab terhadap aktivitas sehari-hari. Dalam keseharian mereka, Al-Qur’an menjadi sahabat yang selalu menemani.
Salah satu orang tua siswa mengaku sangat merasakan dampak positif dari program ini.
“Kegiatan ini cukup bagus. Anak jadi belajar semi pesantren. Kalau di rumah kadang masih sering bermain gadget, sedangkan saat Camp mereka selalu membawa Al-Qur’an ke mana-mana. Bangun tidur membaca Al-Qur’an, setelah makan membaca Al-Qur’an, bahkan sebelum tidur juga membaca Al-Qur’an. Sangat positif sekali kegiatan ini,” tuturnya.

Membangun Karakter Melalui Kebiasaan Baik
Bagi SDIT Mumtaz Rabbani, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya hafalan yang dimiliki siswa, tetapi juga dari kualitas akhlak yang mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, selama Camp berlangsung, para pembimbing memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter. Mulai dari etika makan, sopan santun dalam berbicara, hingga kebiasaan saling membantu sesama teman.
Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati orang lain dipandang sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pendekatan ini sejalan dengan visi SDIT Mumtaz Rabbani, yaitu menjadikan pembelajaran Al-Qur’an sebagai fondasi utama pengembangan prestasi anak melalui pendidikan berjenjang untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
Orang Tua dan Sekolah, Bersinergi untuk Masa Depan Anak
Keberhasilan Camp Qur’an tidak terlepas dari dukungan penuh para orang tua. Sebelum kegiatan dimulai, sekolah mengadakan sosialisasi guna menyamakan target dan pola pendampingan antara lingkungan sekolah dan rumah.
Kolaborasi ini menjadi faktor penting agar semangat belajar Al-Qur’an yang tumbuh selama Camp tetap berlanjut setelah siswa kembali ke rumah.
Selain itu, perkembangan hafalan peserta juga dipantau melalui kartu prestasi digital yang memungkinkan orang tua memonitor capaian putra-putrinya secara berkala.
Didukung Fasilitas yang Nyaman dan Kondusif
Untuk menunjang proses belajar yang maksimal, SDIT Mumtaz Rabbani selalu memilih lokasi Camp yang tenang, nyaman, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Fasilitas yang tersedia meliputi ruang ibadah yang memadai, area terbuka hijau untuk relaksasi, hingga standar kebersihan dan kesehatan yang dijaga secara ketat. Menu makanan bergizi juga disiapkan agar kondisi fisik peserta tetap prima selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Segala infrastruktur yang kami siapkan dirancang untuk mendukung visi ‘Memancarkan Kebaikan dengan Cahaya Hafalan’ yang menjadi semangat utama sekolah,” ujar Kepala SDIT Mumtaz Rabbani.
Menyalakan Cahaya Al-Qur’an Sejak Dini
Perjalanan mengikuti Camp Qur’an memang membutuhkan kesungguhan dan ketekunan. Namun, hasil yang diperoleh jauh melampaui pencapaian akademik semata.
Setelah menyelesaikan program, para siswa akan mengikuti wisuda tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan perjuangan mereka selama proses menghafal.
Melalui program unggulan ini, SDIT Mumtaz Rabbani terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berbasis Al-Qur’an yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan bertakwa.
Karena bagi SDIT Mumtaz Rabbani, hafalan Al-Qur’an bukan sekadar target pembelajaran, melainkan cahaya yang akan membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. (Red)
Editor : DT Atmaja













Komentar