SUARAMUDA.NET, TANGERANG SELATAN — Di tengah maraknya tren viral di media sosial, siswa perlu dibekali kemampuan untuk menjadi kreator konten yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bertanggung jawab.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar pelatihan pembuatan konten kreatif dan positif bagi siswa kelas 3 SMK Puspita Husada.
Kegiatan yang digelar oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dan Desain ini bertujuan mengedukasi siswa agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial sekaligus mencegah penyebaran konten maupun berita viral yang berdampak negatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok telah menjadi ruang utama bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri.
Tak sedikit pengguna yang berlomba-lomba membuat konten viral demi mendapatkan perhatian publik.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pun sering kali mendorong seseorang mengikuti tren tanpa mempertimbangkan dampak dari konten yang dibuat.
Melalui pelatihan ini, siswa diajak memahami bahwa media sosial bukan sekadar tempat mencari popularitas.
Lebih dari itu, platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana personal branding, pengembangan keterampilan, hingga bekal menghadapi dunia kerja di masa depan.
Tim PKM UNPAM memberikan materi yang dikemas secara interaktif dan aplikatif. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga praktik langsung membuat konten digital.
Metode ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan literasi digital dibandingkan pembelajaran yang hanya mengandalkan ceramah.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dibekali berbagai keterampilan teknis, mulai dari teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga penulisan naskah konten.
Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai etika bermedia digital serta dampak yang dapat ditimbulkan dari setiap konten yang dipublikasikan.
Menurut tim PKM, siswa SMK memiliki potensi besar untuk menjadi kreator konten karena telah dibekali keterampilan praktis sesuai bidang keahlian masing-masing.
Namun, potensi tersebut perlu diarahkan agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan manfaat bagi masyarakat.
Tanpa pembinaan yang tepat, kemampuan membuat konten dikhawatirkan justru digunakan untuk menyebarkan informasi yang kurang bermanfaat atau bahkan merugikan pihak lain.
Karena itu, siswa didorong untuk menciptakan konten yang inspiratif, membangun, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dipandu oleh Astri Octaviani, M.I.Kom. sebagai moderator sekaligus MC, sementara materi disampaikan oleh Nur’aini, M.I.Kom. sebagai narasumber utama.
Suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi demi sesi yang diselingi berbagai permainan edukatif.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan hadiah menarik untuk menambah semangat peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, siswa diharapkan tidak lagi menjadi pengguna media sosial yang pasif, melainkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menyebarkan konten positif dan bermanfaat.
Kehadiran pelatihan tersebut juga diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (Red)














Komentar