Buntut Kasus Sipil Rohingya, Pemimpin Junta Militer Myanmar Jadi Target Penangkapan Mahkamah Internasional

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, kini jadi target Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Lembaga itu bakal mengajukan surat perintah penangkapan Jenderal Min.

Langkah yang diumumkan pada Rabu (27/11/2024) itu sebagai upaya melawan kejahatan serius yang dilakukan junta militer terhadap komunitas Muslim minoritas Rohingnya di Myanmar dan Bangladesh.

Melansir Reuters, sebuah panel yang terdiri dari tiga orang hakim akan memutuskan apakah Jenderal Min Aung Hlaing benar-benar memikul tanggung jawab atas pengusiran dan penganiayaan terhadap kelompok Rohingnya.

Langkah ini juga dilakukan setelah penyelidikan menyeluruh, independen, dan tidak memihak.

“Lebih banyak permohonan surat perintah penangkapan yang berkaitan dengan Myanmar akan menyusul,” ujar mereka.

Tak ada batas waktu yang ditentukan. Hanya saja, secara umum diperlukan waktu sekitar tiga bulan untuk menerbitkan surat perintah penangkapan.

Baca Juga :  Hot News! Uni Eropa Dukung Solusi 2 Negara: Ada Israel, Ada pula Palestina

Meski demikian, hingga saat ini pihak junta militer Myanmar belum memberikan respons terkait kabar tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah menyebut aksi junta militer Myanmar terhadap Rohingnya sebagai ‘genosida’.

Akan tetapi, Myanmar membantah tuduhan genosida tersebut. Mereka selalu menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan warga sipil dan hanya melakukan operasi militer terhadap kelompok yang dianggap teroris. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB