Hot News! Uni Eropa Dukung Solusi 2 Negara: Ada Israel, Ada pula Palestina

- Penulis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Freepik

Ilustrasi: Freepik

SUARAMUDA, SEMARANG – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyuarakan dukungannya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina di Konferensi Keamanan Munich, Jerman, pada hari Jumat (14/2/205).

Dikutip dari CNN, Kallas menekankan bahwa warga Palestina berhak untuk tetap berada di Jalur Gaza. Dia juga menegaskan warga Palestina memiliki hak-hak yang harus dihormati, khususnya oleh Israel.

“Jika Anda membaca sejarah Israel dan pendiriannya, Anda akan melihat dengan sangat jelas bahwa para pendirinya sepakat tentang perlunya menggabungkan keamanan dengan keadilan,” ujar Kallas, seperti dilansir Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini berarti bahwa warga Palestina punya hak, dan hak-hak ini harus dihormati. Mereka berhak berada di sana. Warga Israel khawatir tentang keamanan mereka, tetapi warga Palestina juga berhak memiliki negara,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pisah-Sambut Home Staff KBRI Tunis: Suasana Haru Warnai Malam Kebersamaan di Wisma RI

“Itulah sebabnya saya yakin kita perlu mencapai keseimbangan, dan inilah sebabnya Uni Eropa mendukung solusi dua negara,” tambah Kallas.

Dia mengumumkan bahwa Dewan Asosiasi Uni Eropa-Israel akan bersidang pada tanggal 24 Februari 2025 untuk membahas situasi di Gaza, diikuti dengan perkembangan regional secara keseluruhan.

Tidak seperti pertemuan sebelumnya, kali ini, selain pimpinan tertinggi Uni Eropa, perwakilan dari seluruh 27 negara anggota Uni Eropa akan hadir.

“Kali ini, negara-negara anggota benar-benar ingin berdiskusi secara terbuka dan tulus dengan Israel. Anda tahu, beginilah cara kerja teman dan sekutu. Dengan cara ini, kita dapat benar-benar terbuka dan jujur satu sama lain, dan kita juga dapat membahas topik-topik yang sangat sulit,” ucap Kallas.

Baca Juga :  Bara Timur Tengah, Paus Fransiskus: Konflik Berdarah di Timur Tengah Jangan Meluas

Selama konferensi tersebut, Kallas juga menanggapi pidato Wakil Presiden AS JD Vance, yang menurutnya terasa konfrontatif terhadap Eropa.

“Mendengarkan pidato itu, mereka mencoba mencari masalah dengan kita, dan kita tidak ingin mencari masalah dengan teman-teman kita,” kata dia.

Dia berpendapat bahwa daripada perselisihan internal, sekutu harus memprioritaskan ancaman yang lebih besar, khususnya agresi Rusia terhadap Ukraina. (Red/ sumber: CNN)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB