Sambut Para Pastor ELCA, Muhammadiyah Bahas Isu Kemanusiaan di Palestina

- Penulis

Sabtu, 9 November 2024 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik kunjungan dari Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) pada Selasa (5/11) bertempat di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Kedatangan para pastor dari ELCA tersebut tidak lain untuk memperkuat dialog antaragama serta memperjuangakan perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat Indonesia dan dunia, terutama terkait dengan isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah, sekaligus koordinator Muhammadiyah Aid, Yayah Khisbiyah, menjelaskan kunjungan ini merupakan langkah strategis dimana Muhammadiyah dan ELCA memiliki sebuah rasa dan kepedulian yang sama terkait isu kemanusiaan di Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kunjungan ini merupakan kunjungan Lutheran Federation yang berasal dari America. Dari diskusi yang telah dilaksanakan, ternyata mereka memiliki rasa kepedulian yang sangat besar terkait isu kemanusiaan di Muhammadiyah dan bisa saya katakan hal itu sama dengan kita para muslim di Muhammadiyah, “ungkap Yayah.

Sementara, Khader Naim El-Yateem seorang pastor dari ELCA sekaligus sebagai Executive Director Service and Justice Home Area menjelaskan bahwa kunjungannya itu merupakan sebuah kunjungan yang bersejarah dan terhormat terutama dalam melihat sebuah peluang kerjasama untuk mewujudkan kedamaian dunia terutama di Palestina.

Baca Juga :  PM Irak Bilang, Konflik di Timur Tengah Bisa Dicegah dengan Hentikan Israel

“Kunjungan kami ke Muhammadiyah hari ini merupakan sebuah kunjungan bersejarah, karena kita di sini melihat kerjasama, bagaimana kita dapat berdiri bersama dalam mewujudkan keadilan dan kedamaian di dunia, terutama di Palestina,” tutur Khader.

Pernyataan tentang kekhawatiran akan keadaan di Palestina juga disampaikan oleh Ashraf Tannous yang juga merupakan seorang Pastor ELCA dari Jordania yang turut hadir dalam diskusi dan audiensi tersebut.

“Ini adalah kondisi yang sangat berat di Palestina. Ada banyak sekali kekhawatiran dan konsentrasi. Itu sangat berbahaya dan sangat tidak aman. Mereka membakar, menyerang, dan membunuh. Ini harus dihentikan! kita akan mencari solusi, sehingga permasalahan ini tidak berlanjut. Ini merupakan perang terhadap kemanusiaan dan kita harus peduli akan hal ini,” jelas Ashraf.

Harapan Kerja Sama Kolaboratif

Baca Juga :  Muhammadiyah "Tidak Lucu", Justru Seriusan Malah Bikin Bangga!

Dialog antar agama ini menghadirkan sebuah harapan ke depan dan membentuk sebuah kerjasama yang kolaboratif. Seperti yang dijelaskan Khader bahwa dialog yang telah dilakukan akan membawa sebuah harapan besar agar masyarakat antar agama dapat bersama-sama dan peduli untuk membantu dan mengakhiri segala bentuk perang.

“Harapan kami ke depan adalah, memiliki kerjasama yang kolaboratif sebagai umat yang beriman. Bagaimana kita bisa berdiri bersama dalam kerja advokasi ini untuk mengakhiri pendudukan Israel di palestina, “ungkap Ashraf.

Ia melanjutkan, perang di Palestina telah menewaskan lebih dari 50.000 orang, menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dari rumah mereka, menghancurkan properti dan infrastruktur perekonomian dan kehidupan Palestina. Demikian pula dengan para siswa tidak bersekolah, orang-orang dibunuh di rumah mereka sendiri, “tuturnya.

“Kita tidak bisa menyaksikan genosida ini. Diam adalah keterlibatan dan kita tidak bisa terlibat dalam genosida ini, itulah sebabnya kita perlu mengambil peran aktif untuk mengakhiri isu ini,” tegasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB