Hampir 200 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak PPN 12%, Apa Tetap Mau Disahkan?

- Penulis

Kamis, 26 Desember 2024 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Sebuah petisi berjudul “Pemerintah, Segera Batalkan Kenaikan PPN!” terus mendapatkan dukungan dari sejumlah masyarakat, hingga per hari ini, Selasa (24/12/2024) ditandatangani hampir 200.000 orang.

Dilansir CNBC (24/12/2024), petisi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia tersebut telah ditandatangani oleh 187.062 orang di situs Change.org.

Pelopor dari petisi ini ialah sebuah akun bernama Bareng Warga. Akun itu telah memulai petisi sejak 19 November 2024. Pada 25 November 2024 lalu, penandatangan petisi tolak kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% baru sebanyak 6.700 warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akun tersebut pun turut melampirkan alasan pentingnya petisi ini dibuat. Salah satu narasi yang dituliskan dalam alasan petisi ini dibuat ialah kenaikan PPN bisa membuat barang-barang yang dibutuhkan masyarakat umum menjadi mahal, mulai dari sabun mandi hingga BBM.

Baca Juga :  Antusiasme SMA Vianney Ikuti Misa Bersama Bapa Suci, Paus Fransiskus

“Rencana menaikan kembali PPN merupakan kebijakan yang akan memperdalam kesulitan masyarakat,” dikutip dari lama Change.org.

“Padahal keadaan ekonomi masyarakat belum juga hinggap di posisi yang baik,” tulis akun Bareng Warga dalam bagian alasan petisi ini dibuat.

Mereka juga melampirkan pendapat bahwa daya beli masyarakat hingga kini terus anjlok didasari pada data tingginya jumlah pengangguran terbuka yang mencapai 4,91 juta orang pada Agustus 2024.

Di sisi lain, jumlah pekerja formal di Indonesia juga sangat tinggi, mencapai 57,94% dari total jumlah pekerja di Indonesia yang sebanyak 144,64 juta orang.

Baca Juga :  Akhirnya Pemerintah Mengakui Kondisi Ekonomi Terkini, Lebih Buruk dari Covid

Dari sisi pendapatan masyarakat pekerja mereka anggap juga sangat kecil yakni hanya Rp 5,06 juta di Jakarta pada 2024.

UMP Jakarta itu mereka anggap jauh lebih kecil dari kebutuhan hidup layak Jakarta yang sebesar Rp 14 juta per bulan. Mereka mengutip data Badan Pusat Statistik pada 2022.

“PPN terus dipaksakan naik, niscaya daya beli bukan lagi merosot, melainkan terjun bebas. Atas dasar itu, rasa-rasanya Pemerintah perlu membatalkan kenaikan PPN yang tercantum dalam UU HPP. Sebelum luka masyarakat kian menganga. Sebelum tunggakan pinjaman online membesar dan menyebar ke mana-mana,” tulis akun Bareng Warga. (Red/ sumber: CNBC)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB