SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Skema Bina Desa Berdampak Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program kerja Digitalisasi Marketing pada Senin, 25 Mei 2026 di Balai Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan Digitalisasi Marketing ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Kelompok 2 KKNT UPN “Veteran” Jawa Timur Desa Kalipucang yang terdiri atas Hilmi Rafif Ardya, Verra Putri Nur Azizah, Muhamad Abiedama Fahrezi, Rahma Diana Thoyib, dan Muhammad Raka Cahya Febrian.
Melalui program ini, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dan Kader TP PKK Desa Kalipucang dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, transaksi, dan pengembangan usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan, Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. Dalam sambutannya, Raka menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa selama berada di Desa Kalipucang.
“Sudah tiga minggu mahasiswa berada di desa ini. Program-program kerja yang telah terlaksana semoga dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Selain itu, nantinya juga akan ada beberapa alat yang akan diserahkan kepada pihak desa yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kalipucang, “paparnya.
Raka menambahkan, hari ini merupakan program kerja terakhir, yaitu Digitalisasi Marketing. “Bapak dan Ibu akan diajarkan cara membuat marketplace online melalui beberapa aplikasi seperti Shopee dan TikTok Shop. Selain itu, mahasiswa juga akan mengenalkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu mempermudah berbagai pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Kalipucang, Doddy Dwi Susanto, mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKNT selama menjalankan pengabdian di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah melaksanakan serangkaian program kerja selama berada di Desa Kalipucang, “ucapnya.
Ia berharap, seluruh inovasi yang dibawa mahasiswa dapat diterapkan oleh UMKM di desa ini, mulai dari biobriket, edible packaging, cascara, permen, hingga kegiatan hari ini mengenai pemasaran secara modern.
“Yang paling saya sukai tentu yang berhubungan dengan makanan karena bisa sekalian mencicipi produknya. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih karena telah menjadikan Desa Kalipucang sebagai mitra, dan semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” tambahnya.
Penyampaian materi mengenai pemanfaatan QRIS, marketplace, dan WhatsApp Business sebagai sarana digitalisasi usaha untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran dan mempermudah transaksi.

Memasuki sesi materi, mahasiswa memperkenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat.
Melalui QRIS, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking hanya dengan satu kode QR.
Sistem pembayaran ini memberikan kemudahan transaksi, mempercepat proses pembayaran, mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan uang tunai, serta membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi secara lebih rapi dan terstruktur.
Dengan adanya QRIS, UMKM diharapkan mampu memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih praktis dan nyaman bagi konsumen.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan Shopee dan TikTok Shop sebagai platform marketplace yang memiliki jangkauan pasar luas.
Peserta dibimbing mulai dari proses pembuatan akun toko, pengisian profil usaha, pengunggahan produk, hingga cara menampilkan produk secara menarik agar dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli.
Melalui pemanfaatan marketplace, pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pemasaran secara langsung, tetapi juga dapat memperluas pasar hingga ke luar wilayah Desa Kalipucang.
Materi berikutnya membahas penggunaan WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi dan pemasaran yang efektif. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara membuat profil bisnis, menambahkan katalog produk lengkap dengan foto, deskripsi, dan harga, serta memanfaatkan fitur pesan otomatis untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Kehadiran WhatsApp Business memungkinkan pelaku UMKM berkomunikasi secara lebih profesional, mempermudah promosi produk, serta mempercepat respon terhadap pertanyaan dan pesanan konsumen.
Pada sesi terakhir, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui aplikasi Google Gemini. Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mulai dari pengenalan AI, cara membuat akun, hingga teknik menyusun prompt yang efektif.

Para pelaku UMKM dan kader TP PKK kemudian mempraktikkan penggunaan Google Gemini pada perangkat masing-masing untuk membantu berbagai kebutuhan usaha.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi ketika mencoba memanfaatkan AI untuk membuat poster promosi, desain label produk, hingga menghasilkan ide-ide konten pemasaran hanya melalui instruksi sederhana.
Banyak peserta mengaku terkejut dengan kemampuan AI yang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, dan kreatif.
Kegiatan Digitalisasi Marketing ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM dan Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi dalam kegiatan usaha.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT Skema Bina Desa Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur berharap para pelaku UMKM dan kader TP PKK Desa Kalipucang mampu mengoptimalkan teknologi digital dalam menjalankan usaha mereka.
Dengan meningkatnya literasi digital masyarakat, produk-produk lokal Desa Kalipucang diharapkan dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi, menjangkau pasar yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. (Red)
Penulis: Ir. Sani, M.T.; Hilmi Rafif Ardya; Verra Putri Nur Azizah; Muhamad Abiedama Fahrezi; Rahma Diana Thoyib; dan Muhammad Raka Cahya Febrian. Dosen dan Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur













Komentar