Sekolah Perempuan IMM Ahmad Dahlan Unimus: Cetak Perempuan Mandiri Lewat Tata Rias dan Inovasi Bawang Merah

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pimpinan Komisariat IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang kembali mengukir prestasi melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang memberikan dukungan pendanaan kepada organisasi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

PK IMM Ahmad Dahlan berhasil meraih pendanaan untuk mengimplementasikan program tahun kedua bertajuk “Sekolah Perempuan” di Desa Kandangrejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah bimbingan Laily Muntasiroh, S.T., M.T., tim yang diketuai Reffi Naufal Setiawan menyusun program berbasis potensi dan kebutuhan riil masyarakat desa.

Desa Kandangrejo dipilih kembali sebagai lokasi pelaksanaan program karena masyarakat khususnya peserta “Sekolah Perempuan” menunjukkan semangat dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sebelumnya.

Hal ini menjadi indikator keberhasilan serta potensi keberlanjutan program di desa tersebut.

Baca Juga :  Fakultas Hukum Unwahas-Firmly Law Firm Gelar Sidang Eksaminasi Ahli & FGD Terhadap Putusan Perkara Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri

Menurut Reffi, lewat kegiatan Urun Rembug yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2025 diperoleh hasil kesepakatan bahwa program pada tahun 2025 bergeser fokus pada keterampilan praktis.

“Ini terutama dalam bidang tata rias dan pengolahan bawang merah, sesuai dengan potensi lokal, “ujar Reffi, dalam keterangannya kepada suaramuda.net.

Pengambilan topik tata rias sejalan dengan para perempuan Desa Kandangrejo yang mayoritas berusia 18-21 tahun dan 22-45 tahun, yang merupakan peserta Sekolah Perempuan Desa Kandangrejo.

Tata rias menjadi fokus utama karena memiliki peluang usaha yang luas, fleksibel, dan berkelanjutan.

Selain itu, Desa Kandangrejo sebagai sentra bawang merah juga membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi seperti bawang goreng, pestisida nabati dari limbah kulit bawang merah serta produk inovatif lainnya.

Program Sekolah Perempuan IMM Ahmad Dahlan mencakup 2 kegiatan utama yaitu keterampilan tata rias dan pengolahan bawang merah.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Desa, UPNVJT Gelar Penyuluhan Pemanfaatan Facebook untuk Pemasaran Produk Lokal

Selain pelatihan teknis, peserta juga akan dibekali dengan edukasi kewirausahaan dan pemasaran digital untuk memperluas akses pasar dan peluang ekonomi.

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan life skills, memperkuat pola pikir kewirausahaan, serta meningkatkan pendapatan peserta lewat program pelatihan yang terstruktur dan aplikatif.

“Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kami percaya bahwa Sekolah Perempuan di Desa Kandangrejo tidak hanya akan menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi para perempuan untuk lebih berdaya, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan desa, “papar Reffi, menambahkan.

Ia berharap, semoga seluruh rangkaian program ini dapat berjalan dengan lancar, memberi manfaat berkelanjutan, dan menjadi inspirasi bagi gerakan pemberdayaan perempuan di wilayah lainnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB