SUARAMUDA.NET, BANDUNG — Institut Teknologi Bandung kembali bikin bangga! Dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67 yang digelar di Aula Barat Kampus Ganesha, Senin (2/3/2026), kampus teknik terbaik di Indonesia ini menganugerahkan penghargaan kepada 47 dosen berprestasi.
Momentum ini bukan sekadar seremoni. ITB memberi spotlight khusus bagi para dosen yang dinilai luar biasa dalam pengajaran, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan institusi.
Target 150 Dunia, Dosen Jadi Kunci!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa langkah ITB menuju target peringkat 150 dunia tak lepas dari kualitas dan dedikasi para dosennya.
Menurutnya, kontribusi nyata insan akademik menjadi fondasi utama agar ITB terus relevan dan berdampak, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga di level global.
Empat Kategori Penghargaan Bergengsi
Penghargaan Dies Natalis ke-67 ITB dibagi dalam empat kategori utama:
1. Bidang Pengajaran
Sebanyak 12 dosen mendapat apresiasi atas dedikasi mereka mencetak generasi unggul lintas fakultas, mulai dari FITB, FMIPA, FSRD, hingga STEI.
2. Bidang Penelitian & Karya Inovasi
Para inovator kampus yang produktif dalam riset dan menghasilkan karya berdampak juga diganjar penghargaan.
Mereka dinilai berkontribusi besar dalam memperkuat reputasi akademik ITB di tingkat nasional dan internasional.
3. Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
ITB juga memberi apresiasi kepada dosen yang aktif turun langsung ke masyarakat. Bahkan, penghargaan diberikan secara anumerta kepada (Alm.) Dr.Eng. Ir. Agung Wibowo, M.T., sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
4. Bidang Pengembangan Institusi
Tak kalah penting, dosen-dosen yang berperan dalam transformasi dan tata kelola institusi turut mendapat penghargaan. Mereka dinilai menjadi motor penggerak perubahan internal kampus.
Bukti ITB Terus Tancap Gas
Pemberian penghargaan ini menjadi simbol bahwa ITB tak hanya fokus pada reputasi, tetapi juga pada penguatan tridarma perguruan tinggi secara menyeluruh.
Dengan kolaborasi dan kontribusi kolektif para dosennya, ITB menegaskan diri sebagai kampus unggul, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat, bangsa, hingga dunia.
Dies Natalis ke-67 ini bukan sekadar perayaan usia, tapi momentum pembuktian: ITB terus melaju, dan para dosennya adalah mesin penggeraknya. (Red)













Komentar