SUARAMUDA.NET, PASURUAN — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi memulai program Bina Desa di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, sejak 7 Mei 2026.
Program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung selama satu bulan dengan fokus pada pengembangan potensi lokal desa melalui inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
Limbah kulit kopi dan kulit pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini diolah menjadi produk energi alternatif bernilai ekonomi oleh mahasiswa KKN Tematik UPN “Veteran” Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu program utama yang dikembangkan mahasiswa adalah “Transformasi Limbah Kopi dan Kulit Pisang Menjadi Therapeutic Bio-Briquette”.
Inovasi ini dipilih karena Desa Kalipucang memiliki potensi hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, terutama pisang dan kopi, sehingga menghasilkan limbah organik yang cukup banyak namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan pembukaan program dilaksanakan di Balai Desa Kalipucang dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Kalipucang Doddy Dwi Susanto, Dosen Pembimbing Lapangan Ir. Sani, M.T., Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, S.T., M.T., perangkat desa, paluku UMKM, ibu-ibu PKK, serta mahasiswa peserta Bina Desa.
Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Dalam program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenalkan pembuatan bio briket dari limbah kulit pisang dan kulit kopi, tetapi juga memberikan sosialisasi penggunaan alat karbonisasi sebagai teknologi utama dalam proses produksi.
Masyarakat diajarkan cara mengoperasikan alat tersebut untuk mengubah limbah organik menjadi arang berkualitas yang kemudian diolah menjadi bio briket.
Melalui inovasi ini, limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain membantu mengurangi limbah organik, pembuatan briket juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi warga desa.

Mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat dikembangkan menjadi usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing lapanganan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa.
Pemanfaatan limbah kulit pisang dan kopi menjadi briket dinilai sejalan dengan upaya pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui inovasi energi terbarukan.
Selama program berlangsung, mahasiswa akan terjun langsung mendampingi masyarakat dalam proses produksi dan pengembangan inovasi tersebut.
Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, sekaligus mendorong terciptanya solusi inovatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan ini, program turut mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan meningkatkan peluang masyarakat dalam memperoleh pendapatan yang lebih baik melalui pengolahan dan pengembangan produk lokal.
Selain itu, program ini mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas usaha masyarakat, serta penciptaan peluang ekonomi yang berkelanjutan di Desa Kalipucang. (Red)
Penulis : Dosen dan Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (Raka Selaksa Charisma Muchammad, S.T., M.T., Falya Riswanti Awalia, R. Rama Satria Novartha, Afidah Vanmugi Isnayanti, Muhammad Fauzan Satyasyauqi dan Anggi Durrotul Fauziyah)
Editor : DT Atmaja













Komentar