Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

"Gelombang migran dari Maroko memicu krisis di perbatasan Ceuta. Spanyol mengerahkan militer, sementara aparat Maroko menggunakan meriam air untuk membendung arus penyeberangan"

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan migran Maroko yang menyeberang ke wilayah Ceuta. (Foto: Reuters/ Detik.com)

Ribuan migran Maroko yang menyeberang ke wilayah Ceuta. (Foto: Reuters/ Detik.com)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Perbatasan Spanyol kembali memanas! Ribuan migran dilaporkan nekat menerobos wilayah Ceuta, kantong milik Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko.

Situasi yang makin ricuh membuat pemerintah Spanyol sampai mengerahkan militer untuk membantu polisi mengamankan wilayah tersebut.

Dilansir Reuters, Jumat (31/7/2026), gelombang migran memasuki Ceuta melalui jalur laut maupun darat dari wilayah Maroko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Otoritas Spanyol juga bergerak cepat memperketat pengamanan di wilayah kantong lainnya yang berada di sekitar perbatasan.

Baca Juga :  Pengamat: Prabowo Revitalisasi Politik Luar Negeri Bebas-Aktif, Buktikan dengan Langkah Nyata

Media pemerintah Spanyol, TVE, melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 migran berhasil menyeberang ke Ceuta pada Kamis (30/7). Namun, Reuters menyebut angka tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan pemandangan dramatis. Ratusan migran tampak berenang menuju Ceuta, sebagian lainnya mengapung menggunakan ban dalam, sementara kelompok lain menerobos gerbang perbatasan di jalur darat lalu berlari memasuki kota.

Baca Juga :  Mahasiswi Pati Indonesia Ini Terima Penghargaan dari Rusia atas Perannya dalam Organisasi BRICS Plus

Di sisi Maroko, upaya menghentikan arus migran juga dilakukan. Menurut keterangan saksi mata kepada Reuters, aparat keamanan di Fnideq, kota yang berada tepat di luar perbatasan Ceuta, menembakkan meriam air ke arah para migran untuk mencegah mereka menyeberang ke wilayah Spanyol.

Hingga kini, situasi di perbatasan Ceuta masih menjadi perhatian otoritas Spanyol dan Maroko, seiring meningkatnya tekanan migrasi di kawasan tersebut. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata

Senin, 27 Juli 2026 - 08:04 WIB

Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB