Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Bawa pesan Prabowo ke forum dunia, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya ketahanan global, penguatan multilateralisme, perdamaian Palestina, hingga reformasi PBB.

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri RI Sugiono

Menteri Luar Negeri RI Sugiono

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Indonesia kembali menyuarakan sikapnya di panggung dunia. Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Menteri Luar Negeri RI Sugiono membawa pesan Presiden Prabowo Subianto.

Bukan sekadar pidato formal. Indonesia ingin menegaskan bahwa di tengah dunia yang makin penuh ketidakpastian, negara-negara perlu membangun ketahanan bersama.

Sugiono menyampaikan National Statement Indonesia dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (26/9) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat.

Pesan itu menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam forum internasional tersebut.

Dunia Berubah, Kerja Sama Jangan Kendor

Menurut Sugiono, tantangan global saat ini tidak bisa dihadapi sendirian. Karena itu, kerja sama antarnegara dan sistem multilateral perlu terus diperkuat.

Indonesia juga mendorong agar multilateralisme tidak berhenti pada forum dan pernyataan politik. Sistem tersebut harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, merespons persoalan global, dan menghasilkan manfaat nyata.

Baca Juga :  Selamat Merayakan Idul Fitri 1446 H

“Multilateralisme harus mampu beradaptasi, merespons dan memberi hasil nyata,” demikian pokok pesan yang disampaikan Sugiono dalam pidatonya.

Bagi Indonesia, kepercayaan terhadap sistem multilateral menjadi hal penting. Tanpa kepercayaan, kerja sama internasional akan semakin sulit menjawab berbagai persoalan dunia.

Palestina Tetap Jadi Perhatian

Dalam pidatonya, Indonesia juga kembali membawa isu Palestina. Sebelum menyampaikan pernyataan nasional, pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa isu perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, penguatan multilateralisme, reformasi PBB, serta peningkatan peran negara-negara Global South menjadi bagian dari pesan yang dibawa ke New York.

Posisi tersebut sejalan dengan diplomasi Indonesia yang selama ini menempatkan isu Palestina sebagai salah satu perhatian dalam forum internasional.

Bawa Pengalaman Indonesia ke Panggung Dunia

Tak hanya berbicara mengenai persoalan global, Indonesia juga membawa pengalaman nasional dalam membangun perdamaian.

Dalam pertemuan Peacebuilding Commission di sela Sidang Umum PBB, Sugiono mencontohkan pengalaman Indonesia dalam proses perdamaian di Aceh dan Maluku.

Menurut Sugiono, dialog yang inklusif dan berkelanjutan dapat membantu membangun kembali kepercayaan antarmasyarakat sekaligus menjaga persatuan.

Baca Juga :  Tegas dan Nyata! Menlu Sugiono Umumkan Bantuan 10 Ribu Ton Beras untuk Palestina di Aksi Monas

Indonesia menekankan bahwa proses perdamaian akan lebih kuat ketika negara dan masyarakat yang menjalaninya memiliki peran serta kepemilikan terhadap proses tersebut.

Sekaligus Cari Dukungan untuk Indonesia

Kehadiran Sugiono di New York juga tidak hanya soal pidato. Di sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB, ia melakukan sejumlah pertemuan bilateral dan multilateral dengan mitra internasional.

Salah satu agenda yang dibawa adalah pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.

Sugiono mengatakan berbagai pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia.

Dengan agenda yang cukup padat, diplomasi Indonesia di New York pun berjalan di banyak jalur sekaligus: menyampaikan posisi Indonesia dalam isu global, memperkuat hubungan dengan negara lain, sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa Sugiono di markas PBB cukup jelas, bahwa Indonesia ingin melihat dunia yang lebih tangguh, kerja sama internasional yang lebih efektif, dan sistem global yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB