SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG — Komitmen memperkuat peran perempuan terus menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB, Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., M.M.
Melalui agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Laili Abidah membuka ruang dialog bersama kader Muslimat NU Kabupaten Tulungagung untuk menyerap berbagai aspirasi sekaligus memetakan kebutuhan pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat.
Reses yang berlangsung di Gedung MWC NU Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jumat (31/7/2026), dihadiri Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Tulungagung, pengurus PAC, hingga pengurus ranting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, kader Muslimat menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan kapasitas perempuan, pengembangan organisasi, serta kebutuhan pendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Laili Abidah menegaskan, aspirasi masyarakat yang diperoleh melalui reses menjadi bagian penting dalam menentukan arah perjuangan sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Reses bukan hanya kewajiban anggota dewan, tetapi kesempatan untuk mendengar aspirasi masyarakat agar dapat kami perjuangkan dalam kebijakan maupun program di tingkat provinsi,” ujar Laili Abidah.
Legislator dari Daerah Pemilihan VII yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar itu menyampaikan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pembangunan.
Tidak hanya sebagai penggerak keluarga, perempuan juga memiliki peran penting dalam organisasi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat. Ketika perempuan memiliki kapasitas yang baik, maka dampaknya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Laili Abidah juga menyampaikan rencana program pelatihan bagi kader Muslimat NU sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan wawasan perempuan dalam berbagai bidang.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia serta mendorong perempuan agar semakin mandiri dan produktif.
Dialog bersama kader Muslimat berlangsung dinamis. Sejumlah peserta menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan peran perempuan dalam keluarga dan ruang publik, termasuk tantangan membangun keseimbangan antara tanggung jawab rumah tangga dan aktivitas sosial.
Menanggapi hal tersebut, Laili Abidah mengatakan perempuan dapat menjalankan berbagai peran selama didukung komunikasi dan kerja sama yang baik di lingkungan keluarga.
“Perempuan bisa tetap berkontribusi di masyarakat tanpa harus meninggalkan keluarga. Kuncinya adalah keseimbangan, dukungan keluarga, dan kemampuan mengatur prioritas,” jelasnya.
Selain menyampaikan aspirasi, kader Muslimat NU juga memberikan apresiasi atas perhatian Laili Abidah terhadap kegiatan organisasi. Dukungan berupa fasilitas kegiatan seperti terop dan kursi dinilai membantu kelancaran aktivitas Muslimat NU di tingkat PAC maupun ranting.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung, Siti Aminah, menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi hal penting agar berbagai kebutuhan di lapangan dapat tersampaikan secara langsung.
“Kami berharap aspirasi yang disampaikan kader Muslimat NU dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Siti Aminah.
Melalui reses tersebut, Laili Abidah memastikan akan terus menjaga komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat kolaborasi bersama organisasi perempuan dalam mendorong program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat Jawa Timur. (Red)













Komentar