Milisi Pro-Iran Siaga Tempur: Siap Gempur AS–Israel Usai Serangan ke Teheran!

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Konflik Iran vs Amerika Serikat dan Israel makin panas. Setelah serangan gabungan Tel Aviv–Washington pada 28 Februari yang dikabarkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gelombang balasan dari milisi pro-Teheran mulai bermunculan.

Satu per satu “kekuatan proksi” Iran bergerak. Ada yang kirim drone, roket, sampai ancaman blokade laut. Siapa saja mereka? Ini daftarnya.

Hizbullah (Lebanon)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Milisi kuat asal Lebanon ini langsung tancap gas. Mereka mengklaim meluncurkan serangan udara ke pangkalan militer di Israel utara sebagai “balasan” atas tewasnya Khamenei. Serangan disebut sudah dimulai sejak 1 Maret dan masih berlanjut.

Kataib Hizbullah (Irak)

Milisi Irak ini bersumpah menyerang pangkalan militer AS. Sebelumnya, markas Pasukan Mobilisasi Populer di Jurf Al Shakr dihantam serangan udara yang menewaskan dua personel.

Baca Juga :  Setelah Semua Berakhir, Syarikah Pun Masih Menyisakan Kekacauan

Sejumlah laporan menyebut aksi balasan kemungkinan dilancarkan oleh kelompok ini.

Saraya Awliya Al-Dam (Irak)

Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan drone ke Bandara Internasional Erbil.

Mereka menyebut operasi itu sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Iran dan perlawanan atas “agresi Zionis-Amerika”.

Houthi (Yaman)

Milisi penguasa Yaman ini siap mengganggu jalur Laut Merah. Pemimpinnya, Abdulmalik Al-Houthi, menegaskan pangkalan AS di Timur Tengah adalah target sah. Mereka juga menyerukan demonstrasi besar-besaran untuk mendukung Iran.

Kataib Sayyid Al-Shuhada & Harakat Al-Nujaba (Irak)

Dua milisi Irak ini juga angkat suara. Mereka menyatakan siap “membela kedaulatan Irak” dan membantu Iran jika konflik meluas.

Baca Juga :  Refleksi 75 Tahun Hubungan RI-RRT: Meneguhkan Diplomasi Ekonomi dan Sosial

Bahkan, platform yang terafiliasi dengan Harakat Al-Nujaba memberi sinyal kepentingan minyak AS di Timur Tengah bisa jadi sasaran.

Shanghai Cooperation Organization (SCO)

Berbeda dari milisi bersenjata, organisasi yang digawangi China dan Rusia ini memilih jalur diplomasi.

Mereka mengutuk serangan AS–Israel terhadap Iran, namun menegaskan solusi terbaik adalah dialog, bukan perang terbuka.

Situasi kini makin tegang. Serangan balasan dari berbagai milisi pro-Iran membuka potensi konflik regional yang lebih luas.

Dunia internasional pun menahan napas, menunggu: apakah ini akan jadi perang besar berikutnya di Timur Tengah? (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB