Dari Aduan Warga ke Respons Nasional: Jalan Rusak Langgudu Jadi Sorotan Kemenkes dan BGN

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar di atas bukanlah gambar riil di lapangan, melainkan ilustrasi yang menggambarkan kerusakan parah jalan raya. (Gambar: Pinterest)

Gambar di atas bukanlah gambar riil di lapangan, melainkan ilustrasi yang menggambarkan kerusakan parah jalan raya. (Gambar: Pinterest)

SUARAMUDA.NET, BIMA — Kondisi jalan rusak di wilayah Langgudu Selatan, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, menjadi perhatian pemerintah pusat setelah warga menyampaikan aduan resmi terkait dampaknya terhadap layanan kesehatan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perwakilan masyarakat Langgudu Selatan, Arief Rachman, pertama kali menyampaikan aduan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada 29 Januari 2026 melalui kanal pengaduan nasional.

Dalam surat tersebut, warga menyoroti kondisi ruas Jalan Langgudu Selatan (Desa Waduruka dan sekitarnya) yang masih berupa tanah dan berbatu serta tidak laik fungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menyatakan bahwa keterbatasan akses jalan, terutama pada musim hujan, berpotensi menghambat distribusi logistik Program MBG ke sekolah-sekolah pedesaan.

Risiko yang dibahas meliputi lambatnya pengantaran, keterbatasan jangkauan distribusi kendaraan, hingga potensi penurunan kualitas makanan akibat medan jalan yang sulit dilalui.

Dalam suratnya, warga meminta BGN melakukan evaluasi dampak infrastruktur terhadap pelaksanaan MBG, menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima untuk perbaikan jalan, serta mendorong langkah-langkah penanganan sementara agar distribusi makanan tetap berjalan aman dan tepat waktu.

Baca Juga :  Dishub Sumut Bersama UK PACT Dorong Inovasi Transportasi Inklusif Melalui Urbanisme Taktis

Kemenkes Turun Tangan

Tak hanya berdampak pada program gizi, kondisi jalan juga diadukan terkait hambatan akses layanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemudian menerbitkan surat resmi bernomor PS.04.01/BI/1446/2026 tertanggal 5 Februari 2026 yang ditujukan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bima.

Dalam surat tersebut, Kemenkes meminta pemerintah daerah melakukan kajian dan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat terkait perbaikan jalan akses layanan kesehatan di Jalan Langgudu.

Kemenkes menegaskan bahwa perbaikan jalan diperlukan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Surat itu juga disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bima.

Dalam lampiran pengaduan disebutkan bahwa ambulans pernah mengalami hambatan saat membawa pasien darurat akibat kondisi jalan berlumpur dan licin.

BGN Beri Respons Resmi

Menindaklanjuti aduan warga, Badan Gizi Nasional memberikan balasan resmi pada Jumat, 6 Februari 2026.

Baca Juga :  Policy Brief: Reformasi Sistem Pembinaan dan Penegakan Hukum di Lingkungan TNI (Belajar dari Kasus Kematian Prada Lucky)

Dalam surat tersebut, BGN mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap keberhasilan Program MBG, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

BGN mengakui bahwa kondisi jalan yang rusak dapat berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi logistik MBG, termasuk waktu pengantaran, jangkauan layanan, serta kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan.

BGN menyatakan akan mencatat dan menyampaikan informasi tersebut kepada pihak terkait sebagai bahan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta memastikan program tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan pemerataan layanan gizi.

Harapan Warga

Masyarakat Langgudu Selatan berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, baik untuk mendukung sistem rujukan layanan kesehatan maupun menjamin lancarnya Program Makan Bergizi Gratis.

Warga menilai bahwa keberhasilan program nasional di wilayah pedesaan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan yang layak dan aman. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB