SUARAMUDA.NET, KUDUS — Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Kudus masih menyisakan trauma. Meski mayoritas siswa sudah dipulangkan, kekhawatiran publik justru makin membesar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat, hingga Minggu (1/2), hanya lima siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Selebihnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
Total sebelumnya, 131 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap MBG, dengan 47 siswa sempat dirawat inap. “Pasien tinggal sedikit dan kondisinya membaik,” ujar Sekretaris Dinkes Kudus, Nuryanto.
Namun di luar rumah sakit, kegelisahan justru merebak. Netizen dan orang tua siswa mengaku khawatir bahkan trauma dengan program MBG yang dibagikan di sekolah.
Yuni, warga Dawe Kudus, mengaku cemas anaknya mengalami hal serupa. “Awalnya saya kira kejadian-kejadian kayak gini hanya di luar daerah. Ternyata ada di Kudus. Jelas kami takutlah,” katanya.
Hal senada disampaikan Budi Utomo, warga Kudus Kota. “MBG itu niatnya bagus, tapi kalau ujung-ujungnya keracunan, ya miris. Gratis tapi bikin waswas,” ujar lelaki yang berprofesi sebagai ojek online.
Program MBG memang digadang-gadang sebagai solusi gizi para pelajar. Namun insiden demi insiden keracunan ini meninggalkan tanda tanya besar soal keamanan dan pengawasannya.
Di saat pemerintah terus berbicara evaluasi, publik menuntut satu hal sederhana: jaminan aman sebelum dibagikan ke anak-anak. “Gratis saja tak cukup, kalau nyawa jadi taruhannya!” (Red)