Buntut Keracunan MBG di SMA Kudus, Orang Tua Trauma: Gratis Tapi Bikin Waswas

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan siswa SMA 2 Kudus diduga keracunan MBG. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Puluhan siswa SMA 2 Kudus diduga keracunan MBG. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

SUARAMUDA.NET, KUDUS — Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Kudus masih menyisakan trauma. Meski mayoritas siswa sudah dipulangkan, kekhawatiran publik justru makin membesar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat, hingga Minggu (1/2), hanya lima siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Selebihnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

Total sebelumnya, 131 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap MBG, dengan 47 siswa sempat dirawat inap. “Pasien tinggal sedikit dan kondisinya membaik,” ujar Sekretaris Dinkes Kudus, Nuryanto.

Namun di luar rumah sakit, kegelisahan justru merebak. Netizen dan orang tua siswa mengaku khawatir bahkan trauma dengan program MBG yang dibagikan di sekolah.

Yuni, warga Dawe Kudus, mengaku cemas anaknya mengalami hal serupa. “Awalnya saya kira kejadian-kejadian kayak gini hanya di luar daerah. Ternyata ada di Kudus. Jelas kami takutlah,” katanya.

Hal senada disampaikan Budi Utomo, warga Kudus Kota. “MBG itu niatnya bagus, tapi kalau ujung-ujungnya keracunan, ya miris. Gratis tapi bikin waswas,” ujar lelaki yang berprofesi sebagai ojek online.

Baca Juga :  Gaspol Menuju HUT ke-2, Shaka Bahurekso Audiensi Bareng Bupati Kendal

Program MBG memang digadang-gadang sebagai solusi gizi para pelajar. Namun insiden demi insiden keracunan ini meninggalkan tanda tanya besar soal keamanan dan pengawasannya.

Di saat pemerintah terus berbicara evaluasi, publik menuntut satu hal sederhana: jaminan aman sebelum dibagikan ke anak-anak. “Gratis saja tak cukup, kalau nyawa jadi taruhannya!” (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB