SUARAMUDA.NET, PEMALANG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah.
Kali ini, giliran Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung pada Selasa (28/7).
Penangkapan ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung kasus dugaan korupsi sepanjang 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga akhir Juli, tercatat sudah 11 kepala daerah diamankan KPK melalui OTT dengan berbagai modus, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi.
Anom Widiyantoro merupakan bupati hasil Pilkada Serentak 2024. Ia terpilih bersama wakilnya, Nurkholes, dan resmi dilantik pada 6 Februari 2025. Pasangan tersebut diusung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto seperyi dilansir CNN Indonesia, Rabu (29/7) membenarkan adanya operasi tangkap tangan di Kabupaten Pemalang.
“Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/7).
Meski demikian, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Anom Widiyantoro. Fitroh juga belum merinci siapa saja pihak yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
“Lebih detailnya ke jubir,” katanya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan. Sesuai ketentuan, lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut. (Red)













Komentar