PDIP Jateng Tetap Perkasa! “Solo Fighter” dan Dikeroyok 15 Partai Tapi Masih Unggul 40% Suara: Kok Jadi Ingat Sama Hasil Analis Politik Undip, ya?

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Analis politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Nur Hidayat Sardini (NHS) / dok istimewa

Analis politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Nur Hidayat Sardini (NHS) / dok istimewa

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI), Rabu (27/11/2024), pukul 15.00 WIB paslon nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin, unggul 59,38 persen.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, mendapat 40,62 persen suara. Perolehan suara tersebut berdasarkan data penghitungan yang masuk sebesar 100 persen dari total 400 TPS sampel.

Perlu diketahui, hasil quick count ini bukanlah hasil resmi Pilgub Jateng 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11/ 2024) hingga Senin (16/12/2024) depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tangkapan layar hasil perhitungan cepat Pilgub Jateng 2024/ dok istimewa

Raih 40% Suara itu Luar Biasa!

Meski demikian, mengamati hasil perhitungan cepat LSI dan tentunya juga lembaga-lembaga survei lain, Kelompok Diskusi Alfa Institute menyebut bahwa perolehan Paslon 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) sudah luar biasa.

“Di tengah gempuran dan kepungan lawan, yakni paslon 2, yang didukung partai-partai KIM plus, ditambah endorsesment Prabowo serta cawe-cawe mantan Presiden Jokowi itu udah bagus. Luar biasa!, “kata DT. Atmaja, founder Kelompok Diskusi Alfa Institute.

Ia kemudian membandingkan perolehan paslon 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin, yang hanya unggul di sekitaran 59,38 persen.

Dengan dukungan 15 parpol, lalu sokongan luar biasa dari para tokoh pendukung KIM, ditambah kelompok Islam (non partai) dan hanya meraih 50 persen itu dinilainya sebagai perolehan yang kecil. “Menang, tapi kurang sukses, “ujarnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Memble! Harga Mahal, Masyarakat Ganti Rokok Murah-meriah

Sebagai informasi, parpol yang tergabung dalam KIM plus antara lain PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PPP. Lalu, PSI, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Garuda, PBB, Perindo, dan Prima (Kompas, 7/9/2024).

“Ibarat sumbangan suara, lalu berapa jumlah prosentase dukungan tiap-tiap parpol? Wong ini partainya ada 15. Masih ditambah suara dari kelompok silent majority, ada yang anti Banteng. Atau mereka dari kelompok-kelompok pemilih yang mengusung slogan “penting calon dari NU” atau mengatakan dirinya santri?, “ujarnya.

Hasil pengamatan Alfa Institute justru meragukan kemampuan kerja mesin politik parpol pendukung Ahmad Luthfi-Taj Yasin. “Ya harusnya 75-80 persen suara untuk paslon 2, jika mesin parpol tak ada problem, “imbuhnya.

Mantan presiden Jokowi saat kampanye paslon 2 Luthfi-Taj Yasin/ sumber: CNN

Pilgub Rasa Pilpres 2024

Sementara itu, analis politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Nur Hidayat Sardini atau akrab disapa NHS mengatakan Pilgub Jawa Tengah masih menggambarkan bagaimana pertarungan yang belum selesai antara Jokowi versus Megawati.

Dilansir BBC (11/11/2024), NHS mengungkap ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pilkada secara umum. Dia katakan, khususnya di Pilgub Jateng, adalah rekam jejak para calon, jaringan pada pemerintahan pusat, jumlah gabungan partai politik, figur pendukung, dan siasat memanfaatkan peluang.

Baca Juga :  Besok Idul Adha, Alhamdulillah Muhammadiyah dan NU: Klop!

“Pemborongan partai politik yang mengerucut pada satu dukungan itu akan memperbesar peluang untuk calon atau paslon (dalam) memenangkan pilkada,” tambah NHS.

Meski dalam analis lainnya menyebut tidak ada jaminan koalisi besar mampu memenangkan pertarungan. Namun NHS menilai PDIP masih harus mengejar ketertinggalan dari KIM Plus dalam memenangkan Pilgub Jateng.

Alasannya, Luthfi yang disokong KIM Plus sudah memulainya sejak lebih dini saat menjabat Kapolda Jateng beberapa waktu lalu.

Ia juga menilai, PDIP tidak memanfaatkan diri sebagai juara pemilu legislatif. Sikap partai banteng juga kurang tegas posisinya, apakah berada dalam pemerintahan atau oposisi.

“PDIP di Jawa Tengah ini sebagai simbol kandang banteng, juga tidak dimanfaatkan dengan misalnya mengambil inisiasi-inisiasi tertentu supaya dia memenangkan wacana”

“Ketika wacana saja tidak bisa dimenangkan, maka kemudian juga sulit bagi mereka (PDIP) untuk memenangkan dengan konotasi bahwa mereka sebagai simbol dari oposisi apalagi representasi oposisi,” imbuh NHS.

Meski begitu, NHS (waktu itu) mengatakan tetap ada peluang bagi PDIP mengejar ketertinggalan. Meski kini, hasilnya masih tak sesuai harapan pendukung palson 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, dan tentunya juga PDIP. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru