Halo Warga Jepara! Ukiran Jepara Galang Dukungan Bosnia Menuju UNESCO

Ilustrasi karya ukir Jepara/ pinterest

SUARAMUDA.NET, JEPARA — Ukiran Jepara tak mau cuma jadi raja di negeri sendiri. Kini, karya kayu yang sudah jadi identitas kota itu resmi “go international” lewat langkah diplomasi budaya ke Eropa.

Pemerintah Kabupaten Jepara tancap gas melanjutkan pengajuan Seni Ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Caranya? Bukan cuma kirim berkas, tapi langsung terbang ke Bosnia dan Herzegovina pada 17–18 Februari 2026.

Kenapa Bosnia? Karena negara itu sudah lebih dulu mengantongi pengakuan seni ukir sebagai warisan dunia.

Artinya, Bosnia punya “jalur cepat” pengalaman dan legitimasi yang bisa jadi booster buat Jepara.

Ilustrasi karya ukir Jepara/ pinterest

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, didampingi Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Manahan Sitompul.

Dari Jepara, ikut terbang Asisten III Sekda Florentina Budi Kurniawati dan Ketua Paguyuban Seni Ukir Jepara Sutrisno. Komplet: politisi, diplomat, sampai pegiat ukir.

Rombongan diterima langsung pimpinan parlemen Bosnia di Sarajevo, Rabu (18/2/2026), di Kantor Parliamentary Assembly of Bosnia and Herzegovina.

Ketua House of Representatives, Marinko Čavara, bahkan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Yang bikin makin optimistis, parlemen Bosnia menyatakan siap membantu proses lanjutan pengajuan Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO untuk ukir Jepara.

“Dukungan dari Parlemen Bosnia ini penting. Mereka siap membantu proses persetujuan dengan pihak terkait di negara mereka,” ujar Florentina.

Artinya? Ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ada komitmen konkret untuk mengawal surat dukungan yang jadi salah satu syarat penting dalam proses UNESCO.

KBRI Sarajevo juga bakal bergerak cepat, berkoordinasi dengan parlemen setempat untuk memastikan dokumen dukungan resmi bisa segera dikirim.

Menariknya lagi, parlemen Bosnia berencana melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada April 2026. Agenda ini sebenarnya sudah dijadwalkan Desember 2025, tapi sempat tertunda.

Jika semua proses berjalan mulus, ukiran Jepara bukan cuma jadi kebanggaan lokal atau nasional—tapi resmi masuk panggung dunia.

Dari tangan-tangan perajin di pesisir utara Jawa, menuju pengakuan global. Ukirannya mungkin dari kayu, tapi ambisinya jelas: mendunia. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like