PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatra

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Semarang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru tertanggal (27/12/25) korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Jumlah korban dilaporkan mengalami penambahan menjadi 1.138 jiwa meninggal dunia, 163 orang hilang, dan 449.846 pengungsi.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jeritan masyarakat terdampak di tenda darurat. Bencana besar yang melanda Aceh-Sumatra menjadi tamparan keras bagi nurani kebangsaan kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons duka sedalam itu, Pengurus Pusat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PP PMMBN) tidak tinggal diam.

Bertempat di Aula Kedokteran Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim, Sabtu (27/12/2025), PMMBN menggelar Workshop Ekoteologi untuk menggugat narasi “bencana adalah takdir” yang selama ini melumpuhkan nalar kritis masyarakat.

Bagi PMMBN, bencana yang menelan korban ribuan jiwa di Aceh-Sumatra bukan sekadar nasib, tapi menunjukkan adanya kegagalan struktural dalam mengelola daerah resapan air.

Data menunjukkan bahwa hampir 99% bencana sepanjang tahun 2023-2024 adalah bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.

Dalam faktanya tidak sepenuhnya disebabkan oleh cuaca ekstrem semata, melainkan terdapat kontribusi masif dari pembalakan hutan liar yang menyebabkan area resapan air di bagian hulu gagal berfungsi secara optimal.

Baca Juga :  Paparkan Program Kerja Unggulan, Kelompok 38 KKN UPN Veteran Jawa Timur Resmi Diterima di Kelurahan Sidotopo Wetan

Realitas tersebut membawa pada satu konklusi, bahwa terdapat kegagalan serius dari pemerintah dalam pengelolaan serta pengawasan area kawasan hutan yang menjadi benteng pertahanan ekologis masyarakat.

Melalui kegiatan Diskusi Ekoteologi, PMMBN mengajak para mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyadari bahwa perusakan alam adalah dosa spiritual yang nyata.

Ketua Umum PP PMMBN, Derida A. Bil Haq, dalam pidato pembukanya menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Aceh-Sumatra adalah alarm keras bagi kedaulatan bangsa.

“Bencana ini tidak bisa lagi hanya dipandang sebagai nasib atau sekadar fenomena cuaca ekstrem, melainkan kegagalan kelola yang terus berulang. Sudah saatnya kita membela negara tidak hanya dengan mengangkat senjata, tetapi melalui jalur pelestarian lingkungan yang berlandaskan nilai spiritualitas atau yang kami sebut sebagai “Jihad Ekologis,” ungkapnya.

Selaras dengan hal itu, Ni’am Azhari dari Bidang Kajian Strategis PP PMMBN, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialektika untuk membedah krisis moral di balik kerusakan alam.

Baca Juga :  Mahasiswa UPN Veteran Jatim Olah Limbah Tongkol Jagung Menjadi Biobriket di Desa Kalipucang

“Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari iman dan sikap cinta tanah air, bukan sekadar berhenti pada ibadah mahdah di tempat suci,” jelasnya mengenai tujuan workshop tersebut.

Sebagai narasumber utama, Akhmad Fauzan Hidayatullah, M.Si. memaparkan bahwa bencana seperti banjir dan tanah longsor di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh cuaca yang ekstrem, tetapi seringkali juga disebabkan kerusakan sistem ekologis.

“Krisis ekologi sebenarnya adalah krisis iman. Kita harus berani mengoreksi pemikiran antroposentris yang menganggap alam hanya objek untuk dieksploitasi, dan beralih menjadi manusia yang menjalankan amanah sebagai pelestari bumi,” tegas CEO CFS Environmental Institute tersebut.

Melalui Diskusi Ekoteologi dan FGD Ekoteologi ini, para peserta didorong untuk merumuskan solusi atas kejadian yang menimpa beberapa daerah di Indonesia.

PMMBN berkomitmen bahwa draf rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dalam forum ini akan menjadi acuan organisasi dalam mengawal isu lingkungan di masa depan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:34 WIB

Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB