Indonesia-Rusia Segera Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan Tandatangani Perjanjian Dagang Bebas Desember 2025

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Pada Desember 2025 mendatang, Indonesia dan Rusia akan mencapai tonggak sejarah dalam hubungan bilateral dengan penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA).

Kesepakatan penting ini, yang dipersiapkan dalam waktu lama, menandai komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis dan kerja sama di berbagai bidang.

Penandatanganan akan dilakukan di tingkat tertinggi antarpemerintah, menggarisbawahi nilai strategisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini merupakan kelanjutan alami dari kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Rusia pada Juni 2025, yang saat itu menghasilkan Deklarasi Kemitraan Strategis.

Perjanjian Perdagangan Bebas diharapkan dapat mengangkat hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi, menciptakan peluang unik bagi pelaku usaha serta memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Eurasia.

Keunggulan utama dari FTA ini adalah penghapusan bertahap berbagai hambatan perdagangan, termasuk pengurangan hingga peniadaan tarif impor untuk sebagian besar kategori barang.

Kebijakan ini akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Rusia yang luas, sekaligus membuka pasar Indonesia untuk produk-produk Rusia.

Baca Juga :  23 Februari vs 10 November: Menilik Dua Tradisi Kepahlawanan di Rusia dan Indonesia

Bagi Indonesia, perjanjian ini membawa sejumlah potensi dan peluang besar. Akses pasar untuk komoditas andalan seperti minyak sawit, karet, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, serta barang manufaktur lainnya akan semakin terbuka dengan biaya yang lebih rendah.

Selain itu, FTA akan mendorong terciptanya zona ekonomi khusus dan menarik lebih banyak investasi langsung dari Rusia, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan pertambangan, yang akan disertai dengan alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Di sektor lain, kerja sama dalam bidang teknologi dan inovasi akan diperluas, mempermudah masuknya perusahaan teknologi Rusia ke pasar Indonesia di bidang IT, kesehatan, teknologi anti-penuaan, dan ekonomi kreatif.

Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekosistem digital dan industri kreatif dalam negeri.

Di sisi ketahanan pangan, kerja sama dengan Rusia sebagai pengekspor gandum utama dunia dapat berkontribusi pada stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis di Indonesia.

Baca Juga :  Kata Pakar PBB: Tentara Israel Paling Bejat!

Sektor pariwisata juga akan mendapat manfaat dari peningkatan konektivitas udara, termasuk rencana penerbangan langsung ke Bali, yang diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis dari Rusia.

Memasuki tahun 2026, kerja sama ini akan semakin konkret dengan partisipasi Indonesia sebagai negara mitra utama dalam pameran industri internasional “INNOPROM-2026” di Yekaterinburg, Rusia.

Ajang ini akan menjadi platform strategis untuk memamerkan kemampuan industri dan teknologi kedua negara serta menjalin kemitraan bisnis yang baru.

Presiden Aliansi B2BASEAN dan Ketua Komite Kerja Sama ASEAN di Asosiasi Bisnis Eurasia, Ljubarto Sartoyo, menyatakan bahwa penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas ini akan membuka babak baru hubungan Indonesia-Rusia yang dipenuhi dengan pertumbuhan dinamis dan kemakmuran bersama.

Dengan FTA ini, Indonesia memperkuat posisinya tidak hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai tujuan investasi dan pusat inovasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB