‘No King’ Menggema Lagi: Rakyat Amerika Tolak Trump yang Kian Otoriter

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demo 'No King’ yang menggema di Amerika Serikat akhir-akhir ini. (Foto: CNBC Indonesia)

Aksi demo 'No King’ yang menggema di Amerika Serikat akhir-akhir ini. (Foto: CNBC Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Amerika Serikat kembali bergemuruh. Pada Sabtu (18/10/2025), jutaan warga turun ke jalan di lebih dari 2.600 lokasi di seluruh negeri. Mereka membawa satu pesan yang sama: “No Kings!”

Slogan ini bukan hal baru. Ia sudah muncul sejak masa kepemimpinan pertama Donald Trump beberapa tahun lalu. Tapi kali ini, gaungnya jauh lebih besar dan lantang.

Aksi demo ‘No King’ yang menggema di Amerika Serikat akhir-akhir ini. (Foto: CNBC Indonesia)

Menurut laporan The Guardian dan Time, sekitar 7 juta orang ikut dalam gelombang protes menentang gaya kepemimpinan Trump yang dianggap semakin otoriter dan tak menghormati prinsip demokrasi.

Bagi warga Amerika, “No King” adalah simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan.

Mereka menegaskan bahwa negeri Paman Sam tidak pernah didirikan untuk melayani seorang penguasa tunggal, melainkan untuk menjunjung kedaulatan rakyat.

“Kami tidak memilih raja,” bunyi salah satu spanduk besar di depan Gedung Capitol, Washington D.C.

Demonstrasi ini juga jadi refleksi sejarah. Dulu, Amerika lahir dari perjuangan melawan Raja Inggris George III. Kini, dua abad kemudian, rakyatnya kembali bersatu menolak siapa pun yang bertindak seperti monarki di republik modern.

Baca Juga :  Zionis Menggila: Usai Iran, Israel Hantam Suriah — China Kecam Keras!
Aksi demo ‘No King’ yang menggema di Amerika Serikat akhir-akhir ini. (Foto: CNBC Indonesia)

Pesan mereka sederhana tapi keras: “No King, No Dictator. Defend Democracy.”

Gelombang protes ini menandai babak baru dalam ketegangan politik Amerika Serikat. Dan sekali lagi, rakyat mengingatkan: pemimpin boleh kuat, tapi demokrasi tetap lebih tinggi dari ego siapa pun — bahkan presiden. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB