FISIP Unwahas Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Palestina Pasca-Pengakuan Global

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Dekan FISIP Dr. Ali Martin, M. Si dengan Iyad M.I Aburabee, Ph.D (Equal Access International Palestine) saat menyerahkan cinderamata, Kamis (16/10/2025).

Foto bersama Dekan FISIP Dr. Ali Martin, M. Si dengan Iyad M.I Aburabee, Ph.D (Equal Access International Palestine) saat menyerahkan cinderamata, Kamis (16/10/2025).

SUARAMUDA.NET., SEMARANG — Ruang rapat Gedung Dekanat Lantai 6 Kampus 1 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Kamis (16/10/2025), dipenuhi puluhan mahasiswa program S-1 dan S-2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Mereka antusias mengikuti Kuliah Tamu bertajuk “The Future of Palestine: Post-Recognition by a World State.”

Acara tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah yang membedah masa depan Palestina pasca pengakuan dari berbagai negara. FISIP Unwahas menghadirkan pembicara utama langsung dari Palestina, Iyad M.I Aburabee, Ph.D, perwakilan dari Equal Access International Palestine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Iyad menyoroti berbagai kekerasan yang masih terjadi di Jalur Gaza. Ia juga mengungkap adanya propaganda masif Israel yang didanai besar-besaran untuk memengaruhi opini publik dunia.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Annur Raih Juara Kedua Expo Kemandirian Ekonomi Pesantren Jawa Tengah

Di sisi lain, Iyad menyampaikan apresiasi mendalam kepada Indonesia, negara-negara Islam, dan komunitas global yang secara konsisten memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Foto bersama Guest Lecture bertajuk “The Future of Palestine: Post-Recognition by a World State” FISIP Unwahas, Kamis (16/10).

Menurutnya, Solusi Dua Negara (Two-State Solution) kini mendapatkan dukungan politik global yang cukup kuat. Namun, kata Iyad, keberhasilan solusi tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan politik, tetapi juga pada struktur politik yang stabil dan berkeadilan.

“Two-State Solution tidak pernah berhasil karena selalu berkait dengan struktur dan kepentingan politik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iyad menjelaskan bahwa tantangan terbesar Palestina saat ini bukan semata-mata soal pengakuan politik, melainkan pada realitas lapangan yang kompleks.

“Permasalahan nyata adalah bagaimana menghentikan pembangunan pemukiman, menyepakati perbatasan yang adil, dan menjamin keamanan bagi kedua belah pihak,” jelasnya.

Baca Juga :  Direktur Sino-Nusantara Institute Temui Mao Ning di Beijing, Perkuat Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Suasana kegiatan Guest Lecture bertajuk “The Future of Palestine: Post-Recognition by a World State” FISIP Unwahas, Kamis (16/10).

Menutup pemaparannya, Iyad menekankan bahwa masa depan damai bagi Palestina sangat bergantung pada kemampuan komunitas internasional dalam mengubah dukungan politik menjadi tindakan nyata.

“Kita perlu memastikan langkah-langkah konkret yang tidak bisa dibatalkan di lapangan,” ujarnya menegaskan.

Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Reza Mutafarriqa, S.Hub.Int. tersebut berlangsung hingga pukul 11.45 WIB.

Di akhir acara, Dekan FISIP Unwahas, Dr. Ali Martin, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Pusat Studi Agama dan Budaya serta Kantor Urusan Internasional Unwahas atas peran mereka dalam menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan global mahasiswa, tetapi juga memperkuat komitmen Unwahas dalam mendorong perdamaian dunia melalui pendidikan,” ujar Dr. Ali Martin menutup acara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menikah Bukan Balapan! Remaja Bantul Diajak Kenali Kesiapan Diri Sebelum Berumah Tangga
Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks
Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan
Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang
Bawa Nama Indonesia ke Rusia! UNU Yogyakarta Tampil di Forum Dialog Budaya Dunia Islam
Ketua Panitia: Hari Santri Nasional Jadi Momentum Menumbuhkan Kebanggaan sebagai Santri
DPM Unwahas Gelar Training Legislatif, Siapkan Legislator Muda yang Kritis dan Kolaboratif
8.093 Residu PTSL Belum Tuntas, BEM PTMA Zona III Jakarta Desak DPRD Kawal Kepastian Hukum Warga
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Menikah Bukan Balapan! Remaja Bantul Diajak Kenali Kesiapan Diri Sebelum Berumah Tangga

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Bawa Nama Indonesia ke Rusia! UNU Yogyakarta Tampil di Forum Dialog Budaya Dunia Islam

Berita Terbaru

Ilustrasi Lowongan Kerja. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

73 Persen Ekonom Soroti Lapangan Kerja RI, Anak Muda Makin Waswas?

Senin, 26 Okt 2026 - 10:28 WIB

KILAS GLOBAL

Diplomasi Kuliner Indonesia Menggoyang Tver, UMKM Bidik Pasar Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:28 WIB