Kuliah Tamu Internasional di Unwahas: Prof. Gautam Beberkan Rahasia Islam Indonesia yang Ramah dan Demokratis

- Penulis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Paling kanan, Dekan FISIP Unwahas Dr. Ali Martin, M.Si., mengenakan jas hitam Prof. Gautam Kumar Jha (Universitas Jawaharlal Nehru), memegang microphone Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. Helmi Purwanto dan paling kiri Dekan Fakultas Hukum Dr. M. Shidqon Prabowo, MH. (Foto: Rizky)

Paling kanan, Dekan FISIP Unwahas Dr. Ali Martin, M.Si., mengenakan jas hitam Prof. Gautam Kumar Jha (Universitas Jawaharlal Nehru), memegang microphone Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. Helmi Purwanto dan paling kiri Dekan Fakultas Hukum Dr. M. Shidqon Prabowo, MH. (Foto: Rizky)

SUARAMUDA.NET., SEMARANG – Suasana penuh antusiasme mewarnai Kuliah Tamu Internasional di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Sabtu (9/8/2025).

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 Unwahas ini menghadirkan pembicara istimewa, Prof. Gautam Kumar Jha dari Jawaharlal Nehru University (JNU) India.

Dengan mengangkat topik “Islam, Democracy, and Legal Pluralism in Southeast Asia: An Indian Perspective on Indonesia’s Experience”, kuliah tersebut berlangsung di Smart Classroom, Gedung D Kampus Sampangan, dan diikuti sekitar 200 peserta baik secara daring maupun luring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soroti Keramahan dan Pluralisme Indonesia

Dalam paparannya, Prof. Gautam menyoroti citra Islam Indonesia yang dikenal ramah dan toleran. Menurutnya, demokrasi di Indonesia berjalan baik karena didukung oleh masyarakat yang plural dan terbuka.

Baca Juga :  Joint dengan SMA Budhi Warman II Jakarta, Mahasiswa UHAMKA Gelar Workshop Buat Tumbuhkan Jiwa Wirausaha bagi Generasi Muda

“Dalam pandangan saya setelah menjelajahi berbagai negara, masyarakat Indonesia adalah yang paling ramah di dunia,” ujarnya.

POV: Usai penandatanganan kerja sama antara Fakultas Hukum Unwahas dengan Universitas Jawaharlal Nehru India. (Foto: Rizky)

Pengakuan tersebut bukan tanpa alasan. Peneliti yang telah tinggal di Indonesia selama lima tahun ini mengaku terkesan dengan kerukunan yang terjalin di tengah keberagaman.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM, menyambut hangat kehadiran sang profesor tamu. Ia menegaskan bahwa keberagaman telah menjadi salah satu keunggulan Unwahas, khususnya dalam mengembangkan kerukunan antarumat beragama.

“Keberagaman adalah kekuatan kami. Kerukunan di kampus ini sudah kami rawat sejak lama,” ujarnya.

Prof. Helmy juga menyoroti perspektif India yang menarik untuk dipelajari, terutama soal perkembangan teknologi dan kebijakan inovatif yang sukses membawa India menjadi kekuatan global.

Baca Juga :  Mahasiswa PLP (Kelompok 46) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Sukses Gelar Workshop P5 di SDN Cipocok Jaya 1, Begini Kata Kepala Sekolah!

“India sudah berhasil membangun industri mobil nasional hingga industri alutsista. Perkembangan teknologinya luar biasa,” imbuhnya.

Kerja Sama Strategis dengan JNU

Momentum penting juga terjadi di sela acara, yakni penandatanganan kerja sama antara Unwahas dan Jawaharlal Nehru University.

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Prof. Helmy Purwanto dan Prof. Gautam Kumar Jha, serta dilanjut Dekan Fakultas Hukum Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH dan Dekan FISIP Dr. Ali Martin, SIP., M.Si.

POV: Usai penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwahas dengan Universitas Jawaharlal Nehru India. (Foto: Rizky)

Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan berbagai program akademik yang menguatkan hubungan Indonesia–India.

Dengan semarak dies natalis ke-25, Unwahas kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya memelihara keberagaman, tetapi juga aktif membangun jejaring internasional demi kemajuan ilmu pengetahuan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB