Akhirnya Perang Kamboja vs Thailand Berakhir, Diplomasi Jadi Solusi?

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah diplomasi perang Thailand vs Kamboja yang dimediasi oleh PM Malaysia, Anwar Ibrahim. (Foto: CNN Indonesia)

Langkah diplomasi perang Thailand vs Kamboja yang dimediasi oleh PM Malaysia, Anwar Ibrahim. (Foto: CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dua negara tetangga Indonesia, yakni Kamboja dan Thailand bersepakat damai. Kesepakatan itu, setidaknya menjadi upaya untuk mengakhiri konflik dua negara.

Dengan kata lain, Kamboja dan Thailand bersepakat mengedepankan diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Juru mediasi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Thailand dan Kamboja telah bersepakat untuk mengakhiri konflik. Ia juga menyebut, kedua negara memulai menerapkan gencatan senjata.

Kesepakatan diambil dalam pertemuan yang difasilitasi PM Anwar Ibrahim selaku Ketua ASEAN, di Putrajaya, Malaysia, SeninSenin (28/7) lalu.

Dalam laporan Antara, Malaysia telah dipercayakan dengan tanggung jawab penting untuk memantau implementasi dan kepatuhan gencatan senjata ini atas permintaan kedua belah pihak bersama dengan mitra regional.

Resolusi damai ini mencerminkan semangat sejati Piagam ASEAN, yang berakar pada rasa saling menghormati, dialog, dan penolakan kekerasan demi kemanusiaan.

Baca Juga :  Thailand Bikin Inisiatif '6 Negara, 1 Tujuan', Gandeng Malaysia hingga Vietnam: Apa Maksudnya?

“Sekali lagi, ASEAN menegaskan perannya sebagai kekuatan yang kredibel dan berprinsip di panggung global, yang dipandu oleh diplomasi dan komitmen bersama terhadap martabat manusia,” jelas Anwar.

PM Anwar menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Thailand dan Kamboja yang telah memilih jalan diplomasi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Amerika Seikat Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping atas dukungan konstruktif dalam memajukan inisiatif perdamaian. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB