Breaking News! Thailand vs Kamboja Akhirnya Perang!

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., SEMARANG — Menyusul bentrokan yang makin sengit, perang Thailand vs Kamboja di perbatasan, kini, kian tak terelakkan.

Kamis (24/7/2025), peperangan ini meletus usai Thailand mengeklaim Kamboja menembakkan sejumlah roket ke wilayahnya. Atas kejadian ini, Bangkok membalas dengan meluncurkan jet tempur ke wilayah konflik.

Dilansir CNN Indonesia, sejumlah jet tempur telah diluncurkan dari Thailand dengan menargetkan situs-situs militer Kamboja di sepanjang perbatasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komando militer regional ke-2 Thailand dalam unggahan di Facebook menyatakan bahwa jet tempur F-16 telah dikerahkan dalam operasi ini.

Militer Thailand juga mengeklaim telah “menghancurkan” dua markas militer regional Kamboja.

Baca Juga :  Netanyahu dan Trump Sakit Bersamaan: Apakah Karma Agresi Timur Tengah?

Juru bicara militer Thailand Richa Suksuwanont menyatakan serangan udara ini diluncurkan hanya untuk menargetkan situs-situs militer.

Sumber Konflik

Perang Thailand vs Kamboja sejatinya dipicu insiden serius yang terjadi di kawasan Candi Ta Muen Thom, yakni salah satu situs kuno yang terletak di wilayah sengketa kedua negara.

Pemerintah Kamboja menuduh Thailand sebagai pihak yang memicu eskalasi terbaru setelah seorang prajurit Kamboja diserang secara fisik oleh tentara dan warga sipil Thailand pada Senin (14/7/2025) lalu.

Sementara itu Thailand menuding balik, dengan menyebut Kamboja lah yang menjadi biang kerok perang, dan telah menggempur habis-habisan warga sipil di perbatasan hingga menyebabkan belasan orang tewas.

Baca Juga :  Anomali Musim Dingin Guncang Rusia: Kamchatka Darurat, Bus Berhenti Beroperasi, Penerbangan Tertunda

Phnom Penh mengecam keras kejadian itu dan menyebutnya bukan sekadar konflik perbatasan, melainkan serangan simbolik terhadap harga diri bangsa serta warisan budaya Kamboja.

Pemerintah juga menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan integritas teritorial mereka.

“Ini adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan kebenaran sejarah. Candi Ta Muen Thom merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa kami, dan klaim kami atas wilayah itu telah diakui dalam Konvensi Prancis-Siam 1907,” demikian pernyataan resmi pemerintah Kamboja yang dikutip dari media lokal. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB