Imbas Gempa 6,0 Magnitudo, Warga Empat Desa di Poso Pilih Mengungsi

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, POSO — Guncangan gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah masih menyisakan kepanikan di kalangan warga.

Mereka yang tinggal di desa-desa terdekat dengan pusat gempa seperti Desa Tokilo, Tindoli, Tolambo, dan Bancea, terpaksa bermalam di luar rumah karena masih trauma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga Kamis (24/7) malam, tercatat sudah terjadi 16 kali gempa susulan yang dirasakan cukup kuat. Kondisi ini membuat warga enggan kembali ke rumah dan memilih mengungsi ke tempat terbuka untuk sementara waktu.

Gempa menyebabkan 1 rumah di Desa Bancea rusak berat, satu buah pertokoan modern rusak ringan. Sementara, pasien Rumah Sakit Tentena dan Poso terpaksa berhamburan keluar gedung.

Baca Juga :  Tiga SMA VITA Surabaya Raih Grand Prize dalam Kompetisi Global Youth Forum 2024 di Korea Selatan

Apa itu Gempa Megathrust?

Gempa megathrust sering kali muncul dalam pembahasan terkait gempa besar di wilayah yang terletak di sepanjang jalur subduksi.

Merujuk pada zona patahan besar yang terbentuk di batas lempeng tektonik, di mana satu lempeng bergerak ke bawah lempeng lain, sering kali menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo tinggi.

Di Indonesia, megathrust menjadi perhatian serius karena negara ini berada di atas pertemuan beberapa lempeng besar dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Baca Juga :  Pemilik Daycare Little Aresha Jadi Tersangka: Semoga Publik Puas!

Analis Bencana BPBD Morowali Utara, Faisal Tahadju mengungkapkan, megathrust merupakan fenomena alam yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan bencana gempa bumi dan tsunami.

“Penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar zona megathrust, untuk memahami risiko ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapinya, “terang Faisal.

Ia mengungkapkan, megathrust bukanlah sesuatu yang bisa dihindari, tetapi dengan pemahaman dan persiapan yang tepat, dampaknya bisa diminimalisir.

“Butuh upaya kolektif, kerjasama dibutuhkan semua pihak demi keselamatan bersama. Semoga kita semua dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa, “pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB