Lama-lama Kebijakan KDM Memang Cenderung Ugal-ugalan, Muhammadiyah Protes Soal Kuota Sekolah

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Dok. Kompas)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Dok. Kompas)

SUARAMUDA.NET, BANDUNG — Lagi dan lagi, kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tentang penambahan kuota siswa per kelas menjadi 50 orang kini berakhir polemik.

Dikabarkan Republika.co.id., kebijakan itu juga berdampak terhadap sekolah dasar dan menengah yang dikelola Muhammadiyah di Jawa Barat.

Pihak Muhammadiyah pun berpendapat, seharusnya kebijakan yang hendak dikeluarkan dikonsultasikan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana mengatakan sekolah-sekolah yang dikelola majelis pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan non-formal Muhammadiyah terdampak akibat kebijakan tersebut.

Ia menyebut beberapa sekolah hingga sekolah favorit jumlah siswa yang mendaftar berkurang.

“Secara umum bisa dikatakan kami sangat terdampak kebijakan tersebut di beberapa sekolah,” ucap Iu saat dihubungi, Senin (14/7/2025).

Baca Juga :  Mendikdasmen Warning: Jangan Jadi Fragile Generation, Yuk Upgrade Jadi Agile Generation!

Iu mencontohkan sekolah Muhammadiyah di Sukabumi, Depok serta Garut terdampak. Di salah satu sekolah SMK di Garut, sekolah meluluskan 206 siswa sedangkan yang mendaftar 153 orang.

Sementara itu sekolah favorit SMK Muhammadiyah 1 Cikampek meluluskan 789 orang sedangkan yang mendaftar berkurang menjadi 642 orang. Namun begitu, salah satu sekolah di Cirebon stabil.

Iu menyebut keberadaan siswa-siswa tersebut sangat membantu sekolah. Sebab biaya studi para siswa berkontribusi terhadap operasional sekolah.

“Kami berharap pemerintah kalau mau ngambil kebijakan dikaji dulu mendalam. Bukan apa-apa, karena kami swasta berjuang dari awal dari puluhan tahun lalu dari sejak Indonesia merdeka bahkan Muhammadiyah sebelum itu,” ungkap Iu Rusliana.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Menggerogoti Negara, Saatnya KPK Bergerak Tanpa Kompromi

Ia meminta agar pemerintah menghargai perjuangan sekolah-sekolah swasta yang sudah membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan yang tidak ter-cover oleh pemerintah sendiri.

Iu memahami alasan pemerintah menambah kuota rombel untuk meningkatkan angka partisipasi kasar.

Akan tetapi, ia mengingatkan bagaimana kualitas pembelajaran di kelas apabila jumlah siswa mencapai 50 orang.

Ia pun meminta agar Gubernur Jawa Barat banyak bertanya kepada pakar pendidikan. Apalagi di Jawa Barat banyak kampus terkemuka yang dapat memberikan pandangan terkait itu.

“Jangan ugal-ugalan mengambil kebijakan, hargai perjuangan (sekolah) swasta yang selama ini melakukan upaya proses pendidikan yang itu tidak bisa ter-cover oleh negara,” kata Iu Rusliana. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB