Menyoal Pemekaran Raja Ampat Selatan

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spot wisata Raja Ampat (pinterest)

Spot wisata Raja Ampat (pinterest)

Oleh: Chalilah Syahharbanu Malikin Rumakat *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Rencana pemekaran wilayah Raja Ampat Selatan-yang mencakup Misool hingga Kofiau-kembali mengemuka.

Sosialisasi oleh para elit politik pun makin masif, dengan narasi pemekaran sebagai solusi percepatan pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sebagai putra daerah yang tumbuh dan hidup dalam lingkungan masyarakat adat, saya merasa pemekaran ini perlu ditinjau ulang secara kritis—-khususnya dari sisi tatanan budaya dan eksistensi masyarakat adat.

Hingga kini, masyarakat adat di kepulauan ini masih hidup dalam sistem sosial tradisional yang unik dan kompleks.

Struktur kepemimpinan adat, sistem hak ulayat atas laut dan darat, serta ritual-ritual budaya yang mengatur hubungan manusia dan alam masih berjalan, meski mulai tergerus zaman.

Baca Juga :  Raja Ampat: Surga yang Kini Menangis dalam Senyap

Dalam konteks ini, pemekaran wilayah tanpa pendekatan budaya yang memadai justru berpotensi mempercepat kepunahan nilai-nilai lokal, bahkan merusak tatanan sosial yang sudah ada selama ratusan tahun.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah: apakah rencana pemekaran ini sudah melibatkan masyarakat adat secara sungguh-sungguh?
Ataukah hanya menjadi proyek politik yang bertumpupada kepentingan elite?

Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami menolak jika pembangunan itu menafikan hak hidup, hak bicara, dan hak menentukan masa depan kami sebagai masyarakat adat.

Tak hanya itu, dalam praktiknya, pemekaran sering kali membawa serta arus pendatang, eksploitasi sumber daya, dan perluasan infrastruktur tanpa kajian budaya dan ekologi yang memadai.

Wilayah Misool yang selama ini menjadi benteng budaya dan kekayaan geowisata, bisa saja berubah menjadi ruang yang asing bagi penduduk aslinya sendiri.

Baca Juga :  Pak Kepala, Ada Program Renovasi Bangunan Madrasah nih, Cek Jika Tertarik!

Kami butuh penataan budaya, bukan sekadar penataan wilayah. Butuh penguatan hak-hak adat, bukan hanya pengukuhan pejabat baru. Butuh pembangunan yang berakar pada tanah dan laut kami, bukan hanya peta dan birokrasi.

Pemekaran tidak boleh menjadi jalan pintas yang mengabaikan jejak panjang sejarah dan peradaban lokal.

Jika ingin benar-benar berpihak kepada masyarakat, maka pemekaran harus dimulai dari pengakuan dan pelibatan penuh masyarakat adat—-bukan hanya sebatas mendengar, tapi melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan sejak awal. (Red)

*) Penulis: Chalilah Syahharbanu Malikin Rumakat adalah Warga Misool, Raja Ampat

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB