Perang Antar Jet Tempur Pakistan versus India Adalah Wajah Kecanggihan Teknologi China dan Prancis, Kok Bisa?

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat tempur China, J-10 (sumber: pinterest)

Ilustrasi pesawat tempur China, J-10 (sumber: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG – Pertarungan sengit antara pesawat tempur Pakistan yang produksi China dan jet tempur Rafale India buatan Prancis menghadirkan ketegangan yang menyita perhatian dunia.

Dalam bidang militer, perhatian itu tertuju kepada jet tempur Pakistan yang diklaim menembak jatuh sejumlah pesawat tempur India, Rabu (14/5/2025).

Serangan itu dinilai menandai tonggak penting bagi jet tempur buatan China tersebut sekaligus mempermalukan militer India.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ahli mengatakan penggunaan senjata canggih secara langsung itu akan dianalisis oleh militer di seluruh dunia, termasuk AS dan China.

Baca Juga :  Kim Jong Un Turun Gunung, Korea Utara Ingatkan Amerika Serikat Tak Ikut Campur Perang Israel-Iran

Terlebih, kedua negara sedang mempersiapkan diri menghadapi potensi konflik yang lebih luas.

“Komunitas peperangan udara di China, AS, dan sejumlah negara Eropa akan sangat tertarik untuk mencoba dan mendapatkan sebanyak mungkin fakta lapangan soal taktik, teknik, prosedur, apa saja yang digunakan, apa saja yang berhasil dan gagal,” ujar peneliti senior bidang kedirgantaraan Douglas Barrie dari Institut Internasional untuk Studi Strategis.

Baca Juga :  Inilah Kerusakan Fasilitas Iran Akibat Ulah Serangan AS–Israel

“Jika benar-benar digunakan, kita bisa melihat senjata paling canggih milik China melawan senjata paling canggih milik Barat,” lanjutnya, seperti diberitakan Japan Times.

Konflik di udara merupakan kesempatan langka bagi militer untuk mempelajari kinerja pilot, jet tempur, dan rudal dalam pertempuran aktif.

Informasi ini akan sangat penting bagi militer masing-masing negara, terutama untuk persiapan pertempuran. (Red)

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB