Diplomasi Muda Kerakyatan: Para Pemuda Indonesia Ukir Peran Strategis di Forum Dunia di Moskow

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Suara pemuda Indonesia semakin lantang terdengar dalam panggung global yang kian multipolar.

Buktinya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melalui perwakilannya untuk Federasi Rusia, baru-baru ini ditunjuk sebagai mitra strategis dan berpartisipasi secara aktif dalam World Public Assembly (Majelis Publik Dunia) perdana yang digelar di Moskow pada 19-21 September 2025.

Forum bertajuk “New World of Conscious Unity” (Dunia Baru Kesadaran untuk Bersatu) ini diselenggarakan bertepatan dengan Sidang Umum PBB ke-80 dan Hari Perdamaian Internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah menjembatani organisasi kemasyarakatan dan non-pemerintah dari berbagai belahan dunia.

Keterlibatan Indonesia terasa khususnya pada International Youth Forum (Forum Pemuda Internasional) dengan tema “Generation of Unity” (Generasi Persatuan), di mana diplomasi muda kerakyatan atau youth people’s diplomacy menjadi instrumen utama.

Para delegasi muda Indonesia tidak hanya hadir, tetapi juga tampil sebagai pembicara kunci di hampir semua sesi strategis forum.

Mereka menyumbangkan gagasan segar dan pengalaman nyata pada empat tema utama yang dibahas, yaitu masa depan diplomasi, literasi media digital dan kecerdasan buatan, pendidikan dan sains, serta budaya dan dialog antaretnis.

Baca Juga :  Apakah Indonesia Mau Beli Pesawat Tempur J-10 China? Begini Kata Wakil Menteri Pertahanan RI

Safina Lutfiah Zahro, Head of Indonesia BRICS+ International School dan penerima penghargaan dari parlemen Rusia, menyoroti peran pemimpin muda.

Rifki Kusuma Wardana, Ketua Unit Penjaminan Mutu PPI Dunia, memaparkan tantangan dan peluang pemuda di era kecerdasan buatan.

Sementara Athari Farhani, pendiri Juris Polis Institute dan dosen hukum, membahas cakrawala baru pembangunan melalui pendidikan. Para delegasi juga aktif menyumbangkan perspektif Indonesia yang kaya akan budaya dalam sesi dialog antaretnis.

Forum ini tidak berhenti pada diskusi semata. Para peserta, termasuk delegasi Indonesia, kemudian terlibat dalam kelompok kerja untuk menganalisis dan merancang inisiatif konkret.

Hasilnya adalah sejumlah proposal proyek yang dirancang untuk membentuk jaringan diplomatik pemuda internasional, mengkampanyekan perdamaian melalui media sosial, menciptakan program pertukaran dan magang bagi diplomat muda, serta meluncurkan proyek sosial seperti perlindungan lingkungan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Seluruh gagasan ini kemudian dirumuskan menjadi sebuah resolusi akhir yang diajukan untuk pertimbangan dalam sidang pleno World Public Assembly.

Baca Juga :  Pemimpin Muslim Rusia Berbagi Pengalaman Hidup Rukun di World Peace Forum 2025 Jakarta

Teguh Imanullah, Ketua Perwakilan KNPI untuk Federasi Rusia dan mahasiswa S3 di St. Petersburg, yang hadir dalam sesi pleno, menegaskan momentum kebangkitan diplomasi pemuda.

“Sudah saatnya KNPI melesat. Sesuai niat awal berdirinya, organisasi ini harus menjadi percontohan bagi dunia bahwa keberagaman suku, agama, dan ras kita adalah kekuatan utama,” ujar Teguh, yang juga pemenang Leader of Public Diplomacy 2022.

Ia menambahkan bahwa konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah instrumen diplomasi kerakyatan yang efektif. Dalam dunia multipolar, diplomasi antar masyarakat yang kemudian diformalkan menjadi kerja sama negara-negara adalah kunci.

“Indonesia, yang diinisiasi oleh anak mudanya, harus pelan-pelan menjadi motor penggerak aktif dunia multipolar. Melalui KNPI dan diplomasi kerakyatan, pemuda Indonesia siap berkontribusi dalam gerakan global ini,” pungkas Teguh.

Keikutsertaan aktif delegasi muda Indonesia di forum bergengsi ini tidak hanya memperkuat jaringan internasional, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam percaturan diplomasi non-pemerintah yang akan membentuk masa depan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB