Jangan ‘Ngopa-Ngopi’ Terus Bos, Baca Ini Dulu Biar Ginjalmu Aman!

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Meminun kopi memang memiliki sensasi tersendiri. Selain dipercaya menambah semangat, ‘ngopi’ sebenarnya juga baik untuk tubuh.

Tapi jangan kemudian kamu keseringan ‘ngopi’. Sebab, kebiasaan ‘ngopa-ngopi’ juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek diuresis dan takikardi, sehingga menyebabkan detak jantung lebih cepat dan durasi buang air kecil lebih sering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manfaat kopi untuk ginjal

Dilansit CNN Indonesia, sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa minum setidaknya satu cangkir kopi setiap hari dapat menurunkan risiko cedera ginjal akut dibandingkan dengan mereka yang tidak meminumnya.

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Kidney International Reports mengungkapkan bahwa konsumsi kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko cedera ginjal akut sebesar 15 persen.

Selain itu, penurunan terbesar terlihat pada mereka yang minum dua hingga tiga cangkir (22 persen hingga 23 persen risiko lebih rendah).

Baca Juga :  80 Tahun Pertempuran Lima Hari di Semarang: Saat Kota Lawan Takdir dengan Nyali

Berikut sejumlah manfaat minum kopi untuk ginjal:

1. Menurunkan risiko penyakit ginjal kronis (PGK)
Studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam kopi dapat membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat peradangan dan stres oksidatif.

2. Meningkatkan fungsi ginjal
Kafein dalam kopi dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal, yang berpotensi membantu proses penyaringan zat sisa dalam tubuh.

3. Mengurangi risiko batu ginjal
Kopi memiliki efek diuretik ringan yang dapat membantu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan dan mengurangi kemungkinan pembentukan batu ginjal.

Risiko minum kopi berlebihan bagi ginjal

Meskipun ada manfaatnya, konsumsi kopi yang berlebihan juga dapat berdampak negatif pada ginjal.

1. Meningkatkan tekanan darah
Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, yang dalam jangka panjang dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

2. Dehidrasi
Efek diuretik kopi dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Jika tidak diimbangi dengan cukup air, ini dapat menyebabkan dehidrasi dan membebani fungsi ginjal.

Baca Juga :  Samin dan Nilai-nilai Ajaran Luhur yang Mentradisi Hingga Kini

3. Kandungan aditif dalam kopi instan
Kopi dengan tambahan gula, sirup, atau krimer tinggi fosfor dapat memperburuk kondisi ginjal, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis

Berapa banyak kopi yang aman untuk ginjal?

Para ahli merekomendasikan konsumsi kopi dalam jumlah moderat, yaitu sekitar 1-2 cangkir per hari (sekitar 200-400 mg kafein) untuk menghindari efek negatif pada ginjal.

Jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi kopi secara rutin.

Minum kopi setiap hari dalam jumlah wajar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ginjal, seperti mengurangi risiko penyakit ginjal kronis dan batu ginjal.

Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan dehidrasi, yang dapat berdampak buruk pada ginjal.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi kopi dalam batas yang aman dan tetap menjaga asupan cairan yang cukup. (Red/ CNN Indonesia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?
Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:07 WIB

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB