Samin dan Nilai-nilai Ajaran Luhur yang Mentradisi Hingga Kini

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Samin merupakan sebutan bagi kelompok etnis yang mendiami pedalaman Blora, Jawa Tengah. Dalam keyakinannya, masyarakat Samin terus mempertahankan adat dan tradisinya, hingga kini.

Masyarakat Samin menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keluguan, tidak berprasangka jelek kepada orang lain, serta bersikap apa adanya.

Awal mula ‘Samin’

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Samin, pada awalnya adalah seorang penduduk desa bernama Ki Samin Surosentiko. Ia lahir di Desa Poso, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 1859.

Di masanya, Samin sangat dihormati masyarakat karena sosoknya yang mulia dan intelektual desa. Namun, pemerintah Belanda menganggap Samin sebagai penjahat yang keluar-masuk penjara. Stereotip negatif kemudian ditujukan pada Samin, sehingga masyarakatnya disebut “wong Samin”.

Baca Juga :  Uji Klinis Vaksi TBC Bill Gates: Buat Kesehatan atau Justru Jadi Kelinci Percobaan?

Ajaran Samin

Kendati demikian, masyarakat Samin enggan disebut ” wong Samin”. Karena mempunyai pemaknaan negatif selama pendudukan Belanda dan Jepang. Untuk itu, mereka lebih suka disebut sebagai masyarakat “sedulur sikep”.

Penamaan sedulur sikep sendiri sebenarnya dari nama ajaran Samin Surosentiko. Esensi dari ajaran itu yakni mengutamakan perlawanan tanpa senjata dan kekerasan terhadap penjajahan Belanda dan Jepang.

Faktanya, di era pendudukan Belanda, masyarakat Samin menolak membayar pajak dan menentang peraturan yang diberlakukan pemerintah kolonial. Sikap inilah yang membuat mereka dinilai buruk pada masa itu.

Baca Juga :  Bagaimana Jika Band Memiliki Gitaris Kembar?

Masyarakat Samin memegang prinsip ‘Ono niro mergo ningsung, ono ningsung mergo niro’. Artinya, ‘saya ada karena kamu, kamu ada karena saya’. Prinsip inilah yang membuat orang Samin tidak mau menyakiti orang lain. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Hingga saat ini, mereka masih memegang teguh ‘Solahing Ilat’ atau gerak lidah. Makna ajaran ini adalah menjaga lidah atau lisan agar tetap mengucapkan kata-kata yang jujur dan tidak menyakiti hati orang lain.

Ajaran lainnya, masyarakat Samin mempunyai keyakinan untuk menyatu dan menganggap alam sebagai pemberi kehidupan bagi makhluk hidup lainnya. (Dik)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB